Produk Tenan Balai Inkubator Diharapkan Diterima Pasar

Tri Kurniawan - 14 November 2017 16:25 wib
Lokakarya inkubator dan business matching di gedung TBIC Puspiptek, Bogor, Jawa Barat. Foto: Metrotvnews.com/Tri Kurniawan
Lokakarya inkubator dan business matching di gedung TBIC Puspiptek, Bogor, Jawa Barat. Foto: Metrotvnews.com/Tri Kurniawan

Bogor: Balai Inkubator Teknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BIT BPPT) mempertemukan para tenan dengan investor. Pertemuan ini untuk membuka peluang dukungan investor kepada para tenan.

Tahun ini, BIT membina dan memfasilitasi 25 tenan yang merupakan perusahaan pemula berbasis teknologi. Kepala BIT Anugerah Widiyanto mengatakan, perkembangan ke-25 tenan cukup bagus.

PT Karunia Kautsar Perdana, misalnya. Perusahaan ini membuat Spirumee, mi spirulina berprotein tinggi dan bebas gluten. Setelah PT Karunia Kautsar Perdana mengikuti inkubasi di BIT, jumlah tenaga kerja di hulunya mencapai 23 orang.

"Per bulan bisa memproduksi 500 kilogram (kg) spirulina, harga per kg spirulina Rp500 ribu. Omzet per bulan mencapai Rp250 juta," kata Anugerah, pada acara lokakarya inkubator dan business matching di gedung Technology Business Incubation Center Puspiptek,  Jalan Serpong Raya, Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Selasa 14 November 2017.

Klik: Puspiptek Bimbing Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi



BIT juga memfasilitasi PT Karunia Kautsar Perdana membuat produk hilir berupa kapsul spirulina. Perkembangan PT Powertech Mitra Asia dengan produk bitumen nano waterproofing juga cukup baik. Karya perusahaan ini memenangkan pameran inovasi di Surabaya, Jawa Timur.

Dalam lokakarya dan business matching ini, tenan diberikan kesempatan mempresentasikan produk kepada investor. Pertemuan ini juga dihadiri perwakilan kementerian/lembaga, akademisi bisnis, dan mitra pemasaran.

Ada juga sesi tanya jawab antara tenan dengan investor. Dari sini, Anugerah berharap, muncul titik terang apakah investor tertarik dengan produk tenan, juga akan terlihat kemungkinan masa depan bisnis dan pasar produk para tenan.

"Supaya lebih bisa diakselerasi. Jadi, jangan hanya inkubasi, tapi harus ada aktivitas komersilnya," ujar Anugerah.

Dari 25 tenan, beberapa memang sudah memasarkan produk mereka. Tetapi, melalui acara ini, diharapkan kemitraan para tenan semakin kuat.

"Ke depan, kami akan membuat pertemuan dengan tenan yang sudah pernah kami bina, yang lulus maupun yang drop out. Mungkin kami akan mengadakan seminar, lokakaya. Ini bisa menjadi pembelajaran juga bagi tenan lain," katanya.

Klik: Teknologi Iradiator Gamma Serbaguna Siap Beroperasi



Pada kesempatan itu, Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi Gatot Dwianto mengatakan, BIT merupakan wadah untuk melahirkan perusahaan pemula berbasis teknologi. Dimulai sejak 2001, BIT telah menginkubasi 114 perusahaan. Dari jumlah itu, yang lulus sebanyak 42.

"Kami sudah melihat akan ada aktivitas seperti ini. Di seluruh dunia ada kegiatan melahirkan startup company. Ini semacam kewajiban ya, kalau tidak negara itu tidak akan maju, karena perekonomian tidak baik akibat perusahaan hanya itu-itu saja," ujar Gatot.

Sekarang, BPPT sedang mengembangkan technopark yang salah satu kegiatan di dalamnya adalah inkubasi. Menurut Gatot, pemerintah Joko Widodo menargetkan membangun 100 technopark hingga 2019.

BPPT mendapat tugas membangun sembilan technopark. Satu technopark yang sudah hampir rampung ada di Cimahi. Koor bisnis technopark di Cimahi ada yang makanan dan animasi.

"Itu salah satu technopark yang kemungkinan berhasil, karena terwujud dan berfungsi. Jadi, bukan hanya ada gedung, tapi juga berfungsi," kata Gatot.

Profil tenan BIT BPPT klik di sini.


(TRK)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PUSPIPTEK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 18-11-2017