Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.626.772.093 (16 JULI 2018)

Hadapi Era Digital, Lembaga Pendidikan Mesti Siapkan 5 Hal

Gervin Nathaniel Purba - 15 April 2018 10:47 wib
Menaker Hanif Dhakiri (Foto:Dok)
Menaker Hanif Dhakiri (Foto:Dok)

Purbalingga: Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi memengaruhi perkembangan dunia industri. Untuk itu, lembaga pendidikan harus mempersiapkan diri agar dapat mengantisipasi dampak perubahan yang terjadi.

"Industri kita sudah berubah. Mau enggak mau pendidikan kita juga harus berubah agar bisa tetap bertahan dan berkembang di era digital," kata Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M Hanif Dhakiri, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 14 April 2018.

Menurut Hanif, perubahan industri akan menyebabkan kebutuhan jenis-jenis pekerjaan pun berubah. Dengan adanya perubahan jenis pekerjaan tersebut, maka keterampilan yang dibutuhkan juga berubah.

"Kalau industri berubah, pekerjaannya berubah, keterampilannya juga berubah. Tapi jika pendidikannya tidak berubah, maka akan ketinggalan," ujar Hanif.

Secara umum, lembaga pendidikan harus memperhatikan 5K untuk menyiapkan output yang kompetitif di tengah perubahan industri tersebut.Pertama, karakter. SDM kompetitif tidak hanya ditentukan dengan penguasaan skill semata, namun pembentukan karakter lah fondasi utama bagi SDM Indonesia agar mampu bersaing dengan SDM negara-negara lain.

"Namun landasan utamanya tetap karakter. Sedangkan keterampilan dan sebagainya itu bisa diintervensikan," katanya.

Selanjutnya adalah keterampilan. Lembaga pendidikan harus menyesuaikan antara supply and demand, yakni pendidikan yang diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan dunia industri. "Agar bisa terserap pasar kerja atau berwirausaha," ucap Hanif.

Ketiga, kolaborasi. Hanif menilai bahwa daya saing bukan hanya persoalan persaingan satu sama lain. Namun juga bisa berkolaborasi atau bekerja sama membangun jejaring dengan berbagai pihak.

Keempat, kontribusi atau produktivitas. “Jadi generasi masa depan ini harus dipersiapkan menjadi generasi produktif," ungkapnya.

Terakhir, kreativitas atau inovasi. Untuk mengimbangi pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, Hanif menilai lembaga pendidikan harus bisa mendorong siswanya menjadi kreatif dan inovatif.Dengan sikap kreatif dan inovatif tersebut, Menaker menilai setiap orang akan tetap eksis di tengah berbagai perubahan yang ada.

"Karena, saat ini tenaga kerja tidak bisa hanya berbekal tenaga dan kemudian bekerja saja. Sekarang tenaga kerja itu harus berbasis pengetahuan, berbasis inovasi," kata dia.


(ROS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BERITA KEMENAKER
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
MORE
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
POPULAR FOTO
ADVERTISEMENT

Tue , 17-07-2018