DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Mahasiswa PTKIN Garda Terdepan Moderasi Agama

- 10 Agustus 2018 18:09 wib
Orasi kebangsaan di hadapan mahasiswa baru peserta Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
Orasi kebangsaan di hadapan mahasiswa baru peserta Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Serang:  Indonesia membutuhkan sosok mahasiswa dan generasi muda yang mencintai agama dan bangsanya untuk menjawab tantangan masa depan.  Mahasiswa PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) diharapkan menjadi garda terdepan moderasi agama di nusantara.

Ruchman Basori Kepala Seksi Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama (Kemenag) mengatakan hal tersebut saat memberikan orasi kebangsaan di hadapan mahasiswa baru peserta Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Kamis (9/8).

Aktivis Mahasiswa 1998 ini mengingatkan kepada mahasiswa baru UIN Banten untuk mendalami ilmu agama dengan baik, agar tidak terjebak untuk berpikir sempit. "Merasa dirinya yang paling benar dan menyalahkan yang lain (truth claim)," kata Ruchman dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id.

Ruchman mengatakan jangan terjebak kepada paham dan gerakan intoleran dan radikal apalagi sampai kepada makar terhadap Pancasila dan NKRI. “Saat ini muncul kelompok yang sering mengklaim kebenaran, dan itu sangat membahayakan bagi masa depan Indonesia yang selama ini dikenal santun, moderat dan toleran”, kata Ruchman.

Baca: Disertasi Dosen UI Diapresiasi Pakar Semantic Web Dunia

Alumni UIN Walisongo ini juga mengajak mahasiswa baru untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan.  “The Founding Father bangsa ini dengan rela menghapus tujuh kata terakhir Piagam Jakarta, 'dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya' adalah demi persatuan dan keutuhan NKRI,” tegas Ruchman.

Wawan Wahyudin Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja sama UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Banten mengatakan, Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan merupakan etape dalam sejarah mahasiswa. “Di sini kalian bisa banyak belajar menimba ilmu dan pengalaman untuk mengantarkan cita-cita yang diinginkan”, kata Wawan

Wawan mengaku salut dengan mahasiswa baru, walaupun dengan tempat dan sarana yang terbatas, namun sangat semangat, kritis, dan dialogis dalam setiap sesi. “Ini modal yang bagus untuk mengembangkan diri di UIN Banten yang memiliki visi menjadi kampus unggul, terkemuka, berbasis  spiritual, intelektual dan profesional”, terang Wawan.

PBAK tahun ini merupakan PBAK yang pertama digelar setelah alih status dari IAIN menjadi UIN SMH Banten. Dilaksanakan pada tanggal 6-9 Agustus 2018 dan diikuti oleh 2.888 mahasiswa tersebar di berbagai fakultas dan program studi.

Selain pembekalan budaya akademik dan kemahasiswaan, kegiatan PBAK juga diperkuat dengan kepedulian mahasiswa terhadap budaya baca melalui Gerakan Wakaf Buku.  Lalu kepedulian lingkungan melalui Gerakan Penghijauan dan peduli peduli bencana Lombok NTB.


(CEU)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENDIDIKAN TINGGI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 13-12-2018