DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 46.708.723.881 (21 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Fakultas Teknik Atma Jaya Luncurkan Program Profesi Insinyur

Gervin Nathaniel Purba - 08 Agustus 2018 12:12 wib
Bertepatan dengan HUT ke-57, Fakultas Teknik Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya meluncurkan Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) pada Selasa, 7 Agustus 2018 (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
Bertepatan dengan HUT ke-57, Fakultas Teknik Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya meluncurkan Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) pada Selasa, 7 Agustus 2018 (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-57 pada Selasa, 7 Agustus 2018. Bertepatan dengan perayaan tersebut, Fakultas Teknik Unika Atma Jaya meluncurkan Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI). 

Peluncuran ditandai dengan pemukulan gong oleh Rektor Unika Atma Jaya Dr A Prasetyantoko,  di Gedung Yustinus Kampus 1 Semanggi, Atma Jaya, Jakarta. Rektor dan Ketua Yayasan turut hadir pada perayaan tersebut. 

"Selamat atas keberhasilan membuka program studi baru. Semoga bisa lebih maju dan membuka kesempatan besar masuk ke industri," ujar Prasetyantoko. 

Ketua Yayasan Atma Jaya Aswin Wirjadi juga menyampaikan ucapan selamat. Dia berharap Fakultas Teknik dapat terus berkembang lebih baik dan menghasilkan lulusan terbaik dan berguna bagi bangsa. 

"Kami percaya di tangan Anda akan berkembang lebih baik lagi. Selamat atas ulang tahunnya, dan kita rayakan bersama,” ujar Aswin Wirjadi.

Peluncuran PSPPI sejalan dengan rencana pemerintah ingin memperbanyak insinyur. Jumlah insinyur di Indonesia tahun 2017 tercatat sebanyak 2.671 orang untuk per satu juta penduduk. Jauh di bawah Vietnam yang mencapai 3.000-an insinyur. 

Ketua Badan Pelaksana Program Profesi Insinyur Illah Sailah mengatakan, mengikuti program PSPPI ini sangat penting bagi para calon Insinyur dalam meningkatkan kompetensinya. 


Ketua Badan Pelaksana Program Profesi Insinyur Illah Sailah (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

Illah mengatakan Unika Atma Jaya dipercaya pemerintah melaksanakan program profesi insinyur karena program sarjana teknik dinilai baik. Atma Jaya juga terkenal menghasilkan sarjana teknis berkualitas, dan Fakultas Teknik telah memperoleh akreditasi A.

Dengan adanya PSPPI diharapkan Atma Jaya menghasilkan insinyur yang berkompeten dan siap bersaing di kancah internasional. “Dengan adanya program profesi insinyur, diharapkan inovasi-inovasi teknik teknologi semakin berkembang. Mereka dibekali kemampuan mengambil keputusan, kebijakan, dan melakukan riset-riset," kata Illah, kepada Medcom.id.

Pada kesempatan yang sama, Kaprodi PSPPI Isdaryanto Iskandar optimistis PSPPI Unika Atma Jaya akan berkontribusi menghasilkan insinyur berkualitas. Pihaknya mendukung program pemerintah ingin memperbanyak insinyur. Pada tahun pertama, PSPPI Unika Atma Jaya ditargetkan menghasilkan 20 hingga 30 insinyur. 

"Kita ikut menyukseskan program pemerintah memperbanyak insinyur profesional. Artinya, tenaga insinyur siap bersaing di tingkat lokal dan regional," kata Isdaryanto.

Metode pembelajaran yang diterapkan akan lebih banyak praktek di lapangan (70 persen), khususnya di tempat para peserta didik bekerja atau di industri yang menjadi mitra kerja. Sementara, porsi pemberian teori di kelas hanya 30 persen. Para pengajar juga telah memeroleh sertifikat IPM, IPP, dan IPU.

"Total kredit 24 SKS. Dari 24 SKS itu, 18 SKS di lapangan di tempat kerjanya, enam SKS di kampus. Perkuliahan bersifat pembentukan karakter, seperti K3L, Profesionalisme, dan Etika Profesi Insinyur,” katanya.


(Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

Mengenai syarat pendaftaran, calon peserta harus sudah punya pengalaman kerja minimal dua tahun, dan mengantongi gelar S1 Teknik dari kampus dengan akreditasi A.

Program PSPPI menyediakan dua program, yakni program reguler dan program Rekognisi Pengalaman Lampau (RPL). Masa belajar program reguler selama setahun dengan 24 SKS, dan program RPL bisa kurang dari setahun. 

"Pengalaman masa lalu bisa dikonversikan ke mata kuliah yang akan diambil. Kalau pengalaman kerjanya delapan hingga sepuluh tahun, tinggal mengikuti separuh SKS saja. Contohnya, saya sudah berpengalam di K3 dan punya sertifikat, ya lolos. Tidak usah ikut lagi mata kulaih K3L,” kata Isdaryanto, menjelaskan.

Bagi Anda yang tertarik bergabung, periode pendaftaran dibuka pada 15 Juli hingga 15 Agustus 2018. Proses seleksi berlangsung pada 16-22 Agustus 2018. PSPPI akan dimulai pada 1 Oktober 2018. 

Dapatkan informasi selengkapnya melalui website Unika Atma Jaya.


(ROS)

ADVERTISEMENT
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
MORE
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
POPULAR FOTO
ADVERTISEMENT

Tue , 23-10-2018