Kasus Narkoba Dituding Penyebab Lapas Kelebihan Kapasitas

Anggi Tondi Martaon - 17 Mei 2018 14:41 wib
Anggota Komisi III DPR RI Adies Kadir berkunjung ke Lapas Kelas II A Kendari, Provinsi Sultra (Foto:Dok)
Anggota Komisi III DPR RI Adies Kadir berkunjung ke Lapas Kelas II A Kendari, Provinsi Sultra (Foto:Dok)

Jakarta: Narkoba tidak hanya merusak generasi bangsa. Obat terlarang itu juga menyebabkan lembaga pemasyarakatan (lapas) menjadi penuh sesak akibat kelebihan kapasitas.

Anggota Komisi III DPR RI Adies Kadir mengatakan, narkoba menjadi penyebab utama kelebihan kapasitas di lapas. Penghuni di seluruh lapas didominasi terpidana narkoba, sekitar 60-70 persen.

"Karena intinya over capacity ada di kasus narkoba. Kalau narkoba tidak ada, mungkin akan lebih nyaman,” ujar Adies, saat berkunjung ke Lapas Kelas II A Kendari, Provinsi Sultra, Kamis, 17 Mei 2018.

Menghadapi kenyataan tersebut, pemerintah tidak bisa berbuat banyak karena terbentur anggaran yang terbatas. Dalam APBN tahun 2017, anggaran Kemenkumham hanya Rp3 triliun.

"Tetapi Kemenkumham tidak berani mengambil dana tersebut untuk merenovasi lapas. Hanya digunakan Rp700 miliar untuk penambahan sumber daya manusia. Termasuk CPNS yang baru,” ucapnya.

Hal senada disampaikan oleh Anggota Komisi III DPR RI Ichsan Soelistio. Menurutnya, renovasi lapas belum bisa direalisasikan karena masalah anggaran.

"Kalau dilihat memang mengenaskan. Bayangkan mereka tidur bersusun, tidak bisa tidur dengan layak. Bayangkan yang kapasitas satu kamar untuk sembilan orang ini, diisi oleh 18 sampai 21 orang. Termasuk yang wanita juga. Oleh karena itu, Komisi III DPR mendorong persoalan ini kepada Kementerian Hukum dan HAM, tapi alasannya klasik, soal anggaran,” tutur Ichsan.

Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham Kendari Sofyan memaparkan bahwa mereka memiliki 14  UPT yaitu 4 lapas, 4 rutan, 3 kantin, 2 lapas, dan satu rubasar. "Kami juga sampaikan, daftar orang asing yang ada di kami secara sistem ada 1.286 jiwa per 30 April," ujarnya.




(ROS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BERITA DPR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 25-05-2018