PBNU Setuju Pelurusan Sejarah Lewat Nobar Film G30S PKI

M Sholahadhin Azhar - 22 September 2017 23:54 wib
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama(PBNU), Said Aqil Siradj. (Foto: MI/Rommy Pujianto).
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama(PBNU), Said Aqil Siradj. (Foto: MI/Rommy Pujianto).

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelurusan sejarah melalui menonton bareng (nobar) film G30S PKI menuai dukungan. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama(PBNU), Said Aqil Siradj mendukung penuh maksud yang dicetus Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

"Bahwa ingin ada upaya meluruskan kembali sejarah, saya setuju," katanya di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat 22 September 2017.

Upaya meluruskan sejarah melalui film sangat penting. Sebab generasi baru yang tidak ikut serta akan lebih mudah mencerna fakta sejarah lewat tayangan film.

(Baca juga: Film G30S/PKI bakal Diputar di Balai Desa dan Sekolah)

Seharusnya, kata Said, jangan hanya G30S PKI yang dibuat filmnya. Seluruh peristiwa bersejarah lain juga harus diproduksi. Seperti sinema terkait bom Bali dan kejadian teror lainnya.

"Saya usul ada film bom Bali. Ada film-film yang menceritakan teror-teror semenjak bom Bali hingga bom Thamrin. Itu sejarah, itu nyata," katanya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo mengeluarkan pernyataan untuk membuat kembali film 'Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI'. Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo melihat maksud Presiden adalah pelurusan sejarah, guna memberi pemahaman pada seluruh masyarakat Indonesia.

"Niat Presiden itu didasari bahwa beliau ingin meluruskan tapak sejarah perjuangan bangsa dengan benar, tanpa ada rekayasa," kata Tjahjo di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu 20 September 2017.

?(Baca juga: PBNU: Tak Ada Kebangkitan PKI di Indonesia)

Presiden, katanya, ingin fokus melakukam penelusuran sejarah. Mulai dari awal kemerdekaan hingga masa reformasi dan berlangsungnya G30SPKI. "Jangan ada manipulasi dan rekayasa. Ini (pelurusan) akan berikan pemahaman kepada seluruh masyarakat Indonesia," imbuh Tjahjo.

Mantan Sekjen PDI Perjuangan ini mendukung maksud Presiden tersebut. Memang harus ada pelurusan sejarah dalam film itu. Pun demikian ia enggan berkomentar terkait apakah ada sejarah yang tidak lurus, dari film lama.

Yang jelas, menurutnya keinginan Presiden untuk remake film 'Penumpasan Pengkhianatan G-30S PKI' adalah membuat tayangan yang lebih segar. "Pengertian daur ulang yang fresh adalah sejarah yang lurus, benar, tanpa manipulasi dan sejarah yang tanpa  menonjolkan seseorang, kelompok, dan sebagainya," pungkas Tjahjo.


(HUS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERINGATAN G 30 S PKI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 21-10-2017