Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.400.516.227 (19 JUNI 2018)

Satpol PP Depok Gelar Razia Orang Gila

Media Indonesia - 13 Maret 2018 08:02 wib
Ilustrasi--Antara/Adeng Bustomi
Ilustrasi--Antara/Adeng Bustomi

Depok: Untuk mengantisipasi penyerangan orang gila terhadap ulama dan tokoh masyarakat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok menggelar razia. Razia tersebut menyasar kepada orang gangguan jiwa.

"Razia orang gila bertujuan agar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tidak berkeliaran dan tidak bertindak anarkistis," tandas Kepala Satpol PP Kota Depok Yayan Arianto, Senin, 12 Maret 2018.

Razia dilakukan di sejumlah titik, di antaranya Jalan Raya Margonda, bawah flyover Arif Rahman Hakim, Terminal Bus Kota Depok, dan pasar-pasar tradisional serta sejumlah kawasan permukiman.

"Saya sudah instruksikan kepada para kepala seksi pemerintahan dan ketertiban (kasi pemtrantib) di 11 kecamatan di Kota Depok agar digalakkan sweeping ODGJ," imbuhnya.

Baca: Penyebar Hoaks Isu PKI dan Penganiayaan Ulama Ditangkap

Setelah dirazia, mereka akan diserahkan ke Dinas Sosial Kota Depok. Di sana mereka diperiksa kejiwaannya secara intensif di RSUD Sawangan, Kota Depok. "Tujuan razia ini agar mereka tidak berkeliaran dan tidak membahayakan masyarakat," kata dia.

Diobservasi

Pelaku penusukan tokoh masyakarat Abdul Rahman di Masjid Darul Mutaqiem, Kota Depok, merupakan warga setempat yang sudah mengenal lama korban. Pelaku Sylvia Mardiyana diduga mengalami gangguan jiwa dengan sering melakukan tindakan memaki setiap orang yang dijumpainya. 



Kapolres Depok Kombes Didik Sugiarto mengatakan pelaku menunjukkan kelakuan aneh setelah bercerai dari suaminya, sehingga Sylvia sering melakukan pengobatan alternatif atau ruqyah.

"Tersangka orang yang tinggal di sana dan jemaah di masjid itu juga. Artinya masyarakat mengenal dia, jemaah di sana juga mengenal dia dan dia juga mengenal para jemaah. Tersangka juga sering terlihat berperilaku tidak wajar," jelasnya. 

Saat ini pelaku di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk pemeriksaan kejiwaan. Terkait dengan isu ada yang menyetir orang gila, menurut psikiater Dr Elisa Tandiono SpKj, kemungkinannya kecil. Ada kemungkinan hal itu terjadi hanya pada orang dengan gangguan jiwa yang tidak berat. 

Mereka juga sangat mungkin terpengaruh oleh tindakan cuci otak dengan ciri kepribadian paranoid.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG SATPOL PP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 20-06-2018