DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Petugas Belum Periksa Semburan Lumpur di Kecamatan Kayangan

Whisnu Mardiansyah - 11 Agustus 2018 07:23 wib
Retakan yang menyembarkan lumpur berbau belerang di Desa Selengan, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara. Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
Retakan yang menyembarkan lumpur berbau belerang di Desa Selengan, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara. Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

Lombok Utara: Gempa 7.0 skala richter mengguncang wilayah Lombok Minggu 5 Juli lalu. Imbas getaran gempa ini sejumlah titik di wilayah Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, menyemburkan lumpur yang diduga mengandung belerang.

Lokasi titik semburan lumpur bercampur gas belerang terletak di Desa Selengan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Salah satu warga Azhar menuturkan seumburan gas belerang itu muncul selang beberapa menit gempa 7.0 skala richter terjadi.

"Langsung keluar kayak lumpur bau belerang. Itu buat orang panik kirain akan tsunami tanah retak," kata Azhar kepada Medcom.id di Dusun Tampes, Desa Selengan, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Jumat, 10 Agustus 2018. 

Saat gempa terjadi, ia berupaya menyelamatkan istri dan anak-anaknya. Semburan lumpur bercampur gas belerang itu awalnya dikira semburan air laut. Karena sebelumnya ada imbauan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan potensi tsunami.

Secara spontan Azhar dan warga lainnya langsung berlarian ke tempat yang lebih tinggi tak lagi mempedulikan semburan lumpur itu. Ia tak tahu persis berapa lama semburan lumpur berakhir. 

Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Desa Selengan Sobrun Wahid menyampaikan hingga saat ini belum ada petugas sama sekali yang mengecek lubang semburan lumpur gas belerang itu. Kejadian ini baru pertama kali terjadi di desanya. Ia khawatir semburan lumpur susulan kembali keluar jika gempa terjadi.

"Kami khawatir nanti seperti lumpur lapindo. Kita berharap petugas mengecek apa bentuknya," ucap Sobrun kepada Medcom.id.

Dari pantauan Medcom.id, salah satu titik semburan gas berada di kantor Desa Selengan. Semburan lumpur muncul dari retakan tanah sepanjang kira-kira 10 meter. Semburan lumpur itu menyisakan endapan mirip semen dan berbau belerang.


(DRI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG GEMPA LOMBOK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 19-12-2018