Isu PKI Bermotif Kepentingan Politik

M Sholahadhin Azhar - 23 September 2017 01:17 wib
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj. (Foto: MTVN/Rommy Pujianto).
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj. (Foto: MTVN/Rommy Pujianto).

Metrotvnews.com, Jakarta: Isu seputar kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) tak bisa ditelan mentah-mentah. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj yakin ada motif politik di balik isu tersebut.

"Ini kan tahun-tahun politik, pasti ada hubungannya. Jualan yang paling gampang itu politik," kata Said di kantornya, Jumat 22 September 2017.

Marak beredar di dunia maya tentang tuduhan miring soal PKI. Mayoritas menyerang tokoh tertentu atau bahkan Presiden Joko Widodo. Said menyebut isu tersebut laku karena masyarakat belum dewasa secara politik.

(Baca juga: PBNU: Tak Ada Kebangkitan PKI di Indonesia)

Dampaknya, perlakuan saling tuduh gampang menular dan menjangkiti semua orang. Padahal partai tersebut sudah lama bubar dan dilarang untuk dibentuk lagi. Ketika isu itu muncul, arahnya diyakini terkait politik.

"Setiap September PKI dimunculkan lagi untuk ngegoreng politik. Nanti kalau bangsa sudah dewasa, isu itu enggak mempan," kata Said.

Sebelumnya, Direktur Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi menyebut isu tentang PKI masih laris dipakai. Pasalnya, komunisme merupakan satu dari tiga kelompok yang paling dibenci masyarakat, termasuk oleh kelompok muslim.

"Dugaan saya Pilpres 2019 pun akan digunakan (isu komunisme). Jadi bagian dari politik identitas, bagian dari eksploitasi emosi," kata Burhanudin dalam Prime Time News di Metro TV, Kamis, 4 Agustus lalu.

(Baca juga: Hantu PKI Hari Ini)

Isu kebangkitan komunisme, kata Burhanudin, merupakan warisan propaganda rezim orde baru. Tapi, anehnya kelompok yang tidak hidup di masa itu pun, banyak yang percaya komunisme itu ada.

Komunisme, tak ubahnya isu fiktif yang banyak dijadikan senjata dalam praktik politik global yang turut menuai sukses di negara lain.

"Jadi post-truth, mulai dari Brexit kemudian menangnya Donald Trump, karena tadi mengeksploitasi isu-isu yang sebenarnya lebih berbau fiksi ketimbang fakta," tutur dia.




(HUS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERINGATAN G 30 S PKI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 14-12-2017