DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 12.459.578.391 (16 AGUSTUS 2018)

SDM Berkualitas Syarat Tercapainya Visi Indonesia 2030

Intan Yunelia - 14 Juni 2018 15:53 wib
Foto: Antara/Didik Suhartono
Foto: Antara/Didik Suhartono

Jakarta: Para cendekiawan dan sejumlah lembaga dunia meyakini skenario Indonesia menjadi negara maju berpendapatan tinggi di 2030 dapat terwujud. Untuk itu dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk mewujudkan mimpi tersebut.  

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Alumni Beasiswa Habibie (IABIE), Irwan Presetyo mengatakan, berdasarkan riset lembaga internasional, visi Indonesia 2030 menjadi negara maju dengan klasifikasi negera berpendapatan tinggi (High Income Country) masih sangat mungkin terealisasi. Ditargetkan di tahun 2030 rata-rata pendapatan penduduk Indonesia mencapai USD 15.000.

"Untuk itu dibutuhkan SDM bangsa yang mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang stabil tinggi dengan sumber pertumbuhan yaitu sektor manufaktor yang tangguh dan bernilai tambah tinggi," kata Irwan di Jakarta, Kamis 14 Juni 2018.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2016 Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 12.406,8 triliun.  Sementara pendapatan perkapita baru mencapai Rp 47,96 juta atau USD 3.605 per tahun.

Satu tahun berikutnya, perekonomian Indonesia di 2017 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 13.588,8 triliun dan PDB perkapita mencapai Rp 51,89 juta atau USD 3.876.

Visi Indonesia di 2030 tersebut tak semudah membalikan telapak tangan. Mengingat demi mewujudkan itu  pertumbuhan ekonomi rata-rata harus  sebesar 13 % untuk mencapai pendapatan perkapita USD 15.000 dengan pertimbangan depresiasi Rupiah 0,8 persen dan pertumbuhan penduduk 1,1 persen.

"Target tersebut terkesan terlalu muluk dan nyaris mustahil, namun sebagai bangsa pejuang yang dilandasi dengan keimanan yang tinggi harus yakin terhadap Skenario Kamajuan Indonesia 2030," tegas Irwan.

Baca: Menteri Puan: Indonesia Inovator Teratas di Negara Berkembang

Salah satu cara menyingkirkan pesimisme itu dengan tidak terjebak sebagai negara berpendapatan menengah (Middle Income Trap). Negara seperti inilah yang akan kesulitan  masuk sebagai negara industri maju berpendapatan tinggi. 

"Karena kehilangan sumber dan power yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat dari laju inflasinya.," jelas Irwan.

Untuk lepas dan terbebas dari jebakan MIT, maka tidak ada jalan selain menyiapkan SDM bangsa yang inovatif dan berdaya saing Iptek. SDM bangsa tesebut harus mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bersumber pada industri manufaktur dengan mesin penggerak produktivitas yang tinggi.

"Platform nilai tambah produksi yang tinggi dan terwujudnya UMKM berorientasi ekspor, itu merupakan keniscayaan untuk mewujudkan skenario Indonesia 2030," pungkasnya.


(CEU)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KUALITAS PENDIDIKAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 17-08-2018