Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.400.516.227 (19 JUNI 2018)

Legislator Pertanyakan Roadmap Kepegawaian Nasional

Anggi Tondi Martaon - 13 Maret 2018 12:38 wib
 Anggota Komisi II DPR RI Ace Hasan Syadzily.  Foto: Dok. DPR
Anggota Komisi II DPR RI Ace Hasan Syadzily. Foto: Dok. DPR

Jakarta: Komisi II DPR RI menggelar rapat kerja (raker) bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur pada Senin, 11 Maret 2018. Salah satu topik pembahasan hangat dalam raker tersebut tentang roadmap kepegawaian nasional.

Isu itu disinggung oleh Anggota Komisi II DPR RI Ace Hasan Syadzily. Dia mempertanyakan roadmap sistem kepegawaian nasional yang dimiliki oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) terhadap kebutuhan kepegawaian nasional.

"Karena saya tidak menangkap ada satu grand design yang komprehensif terkait dengan berapa kebutuhan kepegawaian nasional, jika dihubungkan dengan rasio populasi penduduk Indonesia,” tanya Ace kepada MenPAN-RB dalam dalam keterangan tertulis, Selasa, 13 Maret 2017.

Legislator asal Fraksi Golkar itu menyebutkan, roadmap kebutuhan kepegawaian sangat dibutuhkan oleh negeri ini. Menurutnya, hal itu sebagai salah satu cara untuk menghindari pergantian kebijakan terkait kebutuhan kepegawaian, baik itu dari pemerintah pusat mupun daerah.

Permasalahan itu disinggung oleh suksesor Andika Hazrumy yang maju dalam Pilkada Provinsi Banten karena fakta dilapangan banyak ditemukan pergantian kebijakan setiap pergantian pejabat daerah. Dia menilai, seringnya terjadi perubahan kebijakan sebagai salah satu janji politik calon kepala daerah untuk meraih simpati masyarakat.

“Di daerah itu, ada janji politik dari calon kepala daerah yang mencalonkan diri. Kalau menang, maka mereka membuat kebijakan untuk rekrutmen CPNS. Ini jangan lagi terjadi," ungkap legislator asal daerah pemilihan Banten I itu.

Oleh karenanya, dia pun meminta agar Kemenpan RB membuat grand design terkait perekrutan dan kebutuhan aparatur negara. Grand design tersebut tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan negara. "Jangan sampai rekrutmen CPNS menjadi beban negara,” ujarnya.

Sebelumnya, MenPAN-RB Asman Abnur menjelaskan, salah satu program strategis yang direncanakan Kementerian PAN-RB tahun ini adalah mulai dari perencanaan rekrutmen CPNS dan seleksinya. Kondisi terkini, pemerintah memiliki 4,3 juta ASN yang tersebar di pusat dan daerah, dimana dari total 4,3 juta pegawai negeri tersebut didominasi oleh tenaga buruh dan tenaga kesehatan.

“Tahun lalu sudah dilakukan untuk 62 Kementerian dan Lembaga. Hampir sudah lima tahun tidak merekrut, alhamdulillah berhasil. Kita melakukan perubahan model pendidikan, dan reformasi model kesejahteraan," katanya.

MenPAN-RB menjelaskan, target rekrutmen CPNS kali ini adalah menghasilkan aparatur negara yang smart dalam artian berintegritas dan mampu menjalin komunikasi dengan negara luar. “Kita dituntut sekarang untuk mengedepankan pelayanan, bukan lagi kekuasaan. Jaringan hubungan internasional, kita sudah bangun dengan Korea, Australia, bagaimana mereka menggunakan sistem ASN-nya,” kata Asman.


(ROS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BERITA DPR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 20-06-2018