Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp 5.963.078.120 (13 AGUSTUS 2018)

BPJS Perlu 50 Juta Orang Tuntaskan Target Peserta 2019

Ilham wibowo - 20 Januari 2018 05:17 wib
Petugas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan informasi kepada warga. ANT/Aditya Pradana.
Petugas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan informasi kepada warga. ANT/Aditya Pradana.

Jakarta: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyampaikan hingga pertengahan Januari 2018 peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) - Kartu Indonesia Sehat (KIS) telah mencapai 189,9 juta orang. Jumlah tersebut menyisakan 20 persen dari target yang mesti diselesaikan hingga 2019.  

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Maya Amiarny Rusady mengatakan, target keikutsertaan masyarakat tersebut sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2019. Persentase peserta JKN minimal telah mencakup universal health coverage yakni 95 persen dari total penduduk Indonesia.

"Jumlah kepesertaan BPJS per Januari 2018 ini kita sudah menacapai 189,9 juta peserta, artinya sudah 75 persen dari jumlah penduduk Indonesia, jadi kita masih mengejar sekitar 50 juta (peserta) lagi," ujar Maya kepada Medcom.id, Jumat 19 Januari 2018.

BPJS Kesehatan pun terus berupaya memenuhi target kepesertaan agar semakin banyak masyarakat dapat terlayani. Menurut Maya, beragam cara dilakukan agar masyarakat mau mendaftar sebagai peserta, dengan memberikan kemudahan saat mendaftar. 

"Tentu kita selalu mencari masyarakat untuk ikut bergabung, kemudian peserta bisa dengan mudah mendaftarkan dirinya," tutur Maya. 

BPJS telah membuka kerja sama dengan hampir seluruh pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk memperluas cakupan kepesertaan. Selain itu, pemanfaatan perkembangan teknologi informasi juga ikut dilakukan penyesuaian. 

"Kita buka secara daring, kemudian bisa juga datang ke kecamatan, lalu di rumah sakit manapun juga bisa  lapor yang nanti dicarikan dan diberi tahu caranya untuk mendaftar jadi peserta JKN," ungkapnya. 

Maya optimis BPJS bisa memenuhi target peserta JKN pada 2019. Tak cukup di situ, rumah sakit yang menjadi provider BPJS Kesehatan juga ditargetkan menjalankan program kesehatan yang bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat. Hingga saat ini, kata Maya, dari 2800 RS yang terdaftar di Kementerian Kesehatan sebanyak 2268 di antaranya telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. 
 
"Supaya sisa 50 juta peserta ini bisa kita cari dalam waktu dekat, sekarang pertumbuhan peserta BPJS dua juta per bulan ya, artinya kita juga mengupayakan agar lebih cepat dari itu," papar Maya.

Tingkat Kepuasan Meningkat

Tingkat kepuasan peserta BPJS Kesehatan dan tingkat kepuasan fasilitas kesehatan (faskes) rekanan tercatat meningkat. Maya manyatakan pencapaian ini terbilang cukup baik selama periode tahun 2017. 

BPJS Kesehatan mencatat, pada 2017 indeks kepuasan peserta sebanyak 79,5 persen. Untuk indeks kepuasan faskes sebesar 75,9 persen. Sedangkan bila dibandingkan dengan indeks pada 2016, untuk kepuasan peserta sebesar 78,6 persen dan faskes 76,2 persen. 

"Artinya kalau dibandingkan dengan asuransi negara lain BPJS ini sudah cukup bagus. Kita ini baru berjalan empat tahun, dan ini tahun kelima," ungkapnya. 

Optimalisasi pelaksanaan JKN juga bakal didorong dengan adanya Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2017 yang memungkinkan BPJS Kesehatan berkolaborasi dengan 11 lembaga negara lainnya. Maya meyakini tingkat pelayanan kesehatan di Tanah Air masih lebih baik ketimbang negara lain di wilayah Asia. 

"Kita sudah mencapai 189 juta peserta artinya sudh 78 persen penduduk Indonesia, negara lain ada yang sampai 28 tahun, seperti Korea belum semuanya," tandasnya.


(DRI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BPJS KESEHATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 15-08-2018