DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.147.901 (21 SEP 2018)

Sinergi Guru, Siswa, dan Orang Tua Cegah Kekerasan di Sekolah

- 12 Maret 2018 14:28 wib
Ilustrasi. (Foto: Metrotvnews.com)
Ilustrasi. (Foto: Metrotvnews.com)

Jakarta: Kasus kekerasan yang dilakukan seorang siswa terhadap guru di Pontianak, Kalimantan Barat, menambah panjang daftar kekerasan yang terjadi di sekolah. 

Pemerhati Pendidikan Doni Koesoema menilai dalam kasus kekerasan di sekolah paling tidak ada tiga hal yang saling berkaitan; pelaku, kultur, dan regulasi yang mengatur secara keseluruhan.

"Tiga hal ini harus konsisten dilakukan satu sama lain. Karena, meskipun pemerintah punya Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 tentang Sekolah Aman, faktanya pasal-pasal di dalamnya belum terimplementasi dengan baik di sekolah," katanya, dalam Metro Siang, Sabtu 12 Maret 2018. 

Menurut Doni, implementasi aturan tersebut semestinya diwujudkan dengan adanya mekanisme pendampingan dari sekolah untuk menangani kasus-kasus kekerasan baik yang dilakukan guru, siswa, maupun orang tua.

Misalnya, ketika ada siswa bermasalah dan berpotensi melakukan kekerasan, sekolah harus segera mengambil tindakan, baik menghubungi orang tua murid atau melibatkan psikolog jika memang diperlukan.

"Bagaimana regulasi sekolah itu mengatasi kekerasan, komunikasi antara sekolah dengan rumah harus dikembalikan lagi sebagai lingkungan yang ramah secara moral," katanya.

Doni menyebut sering kali sekolah membiarkan begitu saja ketika ada kasus kekerasan yang terjadi. Dalam kasus penganiayaan siswa terhadap guru di Pontianak, misalnya, penganiayaan yang terjadi di dalam kelas itu justru tidak bisa dihentikan lantaran siswa lain yang melihat hanya diam. 

"Ini kan ada sesuatu yang kurang bagus, mestinya guru mendidik anak membangun lingkungan di kelas sebagai satu keluarga. Yang terjadi memang sangat memprihatinkan," kata Doni. 

Kasus kekerasan di sekolah juga, menurut Doni, tak lepas dari pengaruh lingkungan dan tayangan yang disaksikan oleh anak. Yang paling mudah, anak bisa mencontoh perilaku kekerasan dari game online dan media.

Bukan hanya media sosial, media mainstream yang juga kerap menyajikan tayangan kekerasan, suka tidak suka memberi pengaruh dan mengedukasi masyarakat secara negatif.

"Tugas besar tidak hanya orang tua, tapi juga pendidik dan siswa itu sendiri berperan mencegah kekerasan terjadi di lingkungan pendidikan," pungkasnya.




(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KEKERASAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 22-09-2018