Pedagang di Puncak Klaim Omzet Menurun

Dhaifurrakhman Abas - 09 Februari 2018 02:31 wib
Ratusan kendaraan berjalan merayap di tengah kemacetan di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat. Foto: MI/Panca
Ratusan kendaraan berjalan merayap di tengah kemacetan di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat. Foto: MI/Panca

Bogor: Longsor yang terjadi di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 5 Februari 2018 lalu berdampak pada perekonomian pedagang sekitar. Pasalnya, beberapa lokasi di Jalan Raya Puncak yang terdampak longsor ditutup untuk umum.

Beberapa ruas jalan harus ditutup untuk umum karena masih dalam proses perbaikan. Wisatawan dari berbagai daerah yang hendak berwisata melalui akses Jalan Raya Puncak tidak bisa berkunjung ke Puncak selama proses perbaikan jalan yang berlangsung hingga beberapa hari kedepan.

Hal itu mengakibatkan warga yang biasa berdagang di wilayah dekat longsor mengeluh omzet dagangnya menurun drastis. Sebab, wisatawan dianggap menjadi pundi-pundi perekonomian pedagang setempat.

"Jalan ditutup karena longsor. Katanya sepuluh hari kedepan. Wisatawan jadi enggak ada yang mampir untuk sekedar ngopi atau beli jajanan di warung,"  kata Etis, pedagang jagung bakar dan minuman, kepada Medcom.id, di Jalan Raya Puncak, Kamis 8 Februari 2018.

Akibat longsor, warung makanan jagung bakar dan minuman tempat Ia biasa berjualan sepi pelanggan. Etis biasa berjualan di Rindu Adang bawah taman wisata riung gunung, Kecamatan Cisarua, Bogor. Biasanya Etis bisa menghasilkan Rp200 ribu dalam sehari. Lantaran jalan ditutup karena longsor, Ia tak dapat duit sepeserpun hari ini.

"Hanya petugas yang benerin jalan longsor sesekali lah belanja di sini," keluhnya.

Lambatnya pemerintah bekerja membenarkan jalanan yang terkena longsor pun dikeluhka Etis. Sejak tahun 1995 dia berdagang di sana, kata dia, tidak pernah pemerintah memperbaiki jalan hingga 10 hari.

Baca: Pedagang di Puncak Keluhkan Rencana Pembongkaran Lapak

"Kayaknya selama 22 tahun, belum pernah jalan ditutup selama ini," ujar dia.

Cecep, seorang penjaga Villa mengeluhkan hal yang sama. Akibat longsor, pelanggan tetapnya asal Jakarta dan Banten yang biasa menginap tak lagi menyambangi villanya. Ekonominya anjlok hingga hampir 50 persen minggu ini.

"Biasanya ada pelanggan yang nginep buat shorttime. Udah nelfon mau nginep, tapi jalan masih ditutup buat mobil," ujar Cecep.

Dalam satu minggu, biasanya Cecep bisa menghasilkan fulus sebesar Rp5 juta dari bisnis villanya. Terhitung watu sejak 2 Februari hingga 8 Februari, Asep hanya mendapatkan duit sebesar Rp3 Juta.

"Ya semoga saja pemerintah bisa selesaikan cepat jalanan yang longsor," ungkapnya.

Longsor terjadi di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 5 Februari 2018, sekira pukul 09.20 WIB. Longsor diduga akibat hujan yang mengguyur kawasan Puncak, Bogor, sejak semalam, Minggu 4 Februari 2018. Longsor terjadi di sejumlah titik. 

Baca: Pemprov DKI Diminta Ikut Tata Kawasan Puncak

“Di antaranya, dekat Masjid At-Tawun, di tempat wisata Riung Gunung, Cisarua, dan Vila Widuri yang juga masih di Cisarua,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor, AKP Hasby Ristama, kepada Medcom.id, Senin, 5 Februari 2018. 

Hasby menambahkan, pihaknya telah mengajak para stakeholder terkait untuk melaksanakan penanganan bencana. Sebanyak 100 personel dari Polres Bogor turut mengevakuasi. Sejumlah alat berat juga telah disiapkan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat untuk membersihkan jalur.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar jangan menggunakan jalur puncak terlebih dahulu,” ujar Hasby.

http://video.metrotvnews.com//metro-pagi-prime-time/9K5RLpaN-penutupan-jalur-puncak-pengaruhi-ekonomi-warga


(DMR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENATAAN KAWASAN PUNCAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 20-05-2018