Penghayat Kepercayaan tak Diundang ke Mubes Pemuka Agama

Achmad Zulfikar Fazli - 11 Januari 2018 15:00 wib
Panitia Musyawarah Besar Pemuka Agama/Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli
Panitia Musyawarah Besar Pemuka Agama/Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli

Jakarta: Panitia Musyawarah Besar Pemuka Agama tak mengundang kelompok penghayat kepercayaan. Mereka hingga kini belum memiliki wadah.

"Belum ada satu organisassi yang mewadahi mereka semua, dan daftar satu per satu. Jadi kalau kita ngundang yang satu, tidak ngundang yang lain jadi masalah juga nanti," kata panitia Mubes Pemuka Agama Philip Wijaya dalam jumpa pers di Kantor Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAAP), Jalan Teuku Umar, Jakarta, Kamis, 11 Januari 2018.

Ketua Perwakilan Wali Umat Buddha Indonesia (Walubi) itu mengatakan pihaknya hanya mengundang pemuka agama yang terdaftar di Kementerian Agama. Dari daftar itu, kata dia, juga ada aliran kepercayaan yang berafiliasi dengan agama tertentu.

"Tidak menutup kemungkinan banyak sekali dari aliran kepercayaan itu sendiri ada yang ke agama yang ada. Mungkin sebagian ikut ke Islam, ada sebagian ke Konghucu, ada sebagian ke Budha," ucap dia.

Hal senada disampaikan Kepala UKP-DKAAP Din Syamsuddin. Ia menuturkan memang ada pembatasan untuk aliran kepercayaan dan majelis agama yang tak tercatat di Kementerian Agama. Itu dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah baru.

"Memang kita batasi kepada agama-agama yang ada pemeluknya dan majelis agamanya yang eksis. Enam itu (Islam, Budha, Kristen Protestan, Katolik, Budha, dan Hindu). Kita mengutamakan ini, walaupun saya pribadi tidak menutup mata juga pemeluk-pemeluk agama tadi, cuma jangan sampai ketika kita akomodasi, menimbulkan masalah nanti. Makanya tidak kita masukkan," jelas dia.

Mubes Pemuka Agama untuk kerukunan bangsa ini rencananya digelar di Jakarta pada 8-10 Februari 2018. Sekitar 450 pemuka agama diagendakan hadir dalam acara tersebut.


(OJE)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENGHAYAT KEPERCAYAAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-04-2018