DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 41.062.067.101 (16 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Telkomsel Bantah Karyawannya Terlibat Aksi Terorisme

- 17 Mei 2018 15:07 wib
Ilustrasi - Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi - Medcom.id/M Rizal

Jakarta: Telkomsel membantah karyawannya terlibat dalam aksi teroris. Sebelumnya, kepolisian mengumumkan 18 terduga teroris yang ditangkap dari serangkaian aksi teror bom di Surabaya, Jawa Timur.

"Terkait informasi mengenai data terduga teroris yang tersebar di publik, Telkomsel menyatakan bahwa tidak ada karyawan bernama Rizky Ardian Sulanjana," demikian klarifikasi yang disampaikan GM External Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin, kepada Medcom.id, Kamis, 17 Mei 2018.

Kepolisian menyatakan Rizky Ardian Sulanjana merupakan warga kelahiran Kota Baru, 9 September 1982. Rizky beralamat di Jatirejo, Nganjuk, Jatim. Oleh polisi, Rizky disebut bekerja sebagai karyawan Telkomsel di Graha Pena Surabaya. Rizky ditangkap saat pulang kerja, Senin, 14 Mei 2018 sore.

Kepolisian menyatakan tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror sudah menangkap 18 terduga teroris di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Malang, Jawa Timur. Sebanyak 14 di antaranya masih berstatus terduga sedangkan 4 lainnya adalah anak-anak yang merupakan saksi mahkota.

"Sejak Minggu hingga saat ini, ada 18 terduga teroris yang berhasil ditangkap oleh Tim Densus 88," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, di Media Center Polda Jatim, Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 16 Mei 2018.

Baca: Total 18 Terduga Teroris Ditangkap di Jatim

Barung menuturkan ada tiga anak yang ditangkap di Sidoarjo. Sedangkan satu anak diselamatkan saat pengeboman di Mapolrestabes Surabaya pada Senin, 13 Mei 2018.

Berikut data 14 terduga teroris yang ditangkap di area Jawa Timur. Penangkapan pada Senin 14 Mei 2018 meliputi:

1. Rizky Ardian Sulanjana. Kelahiran Kota baru, 9 September 1982. Rizky beralamat di Jatirejo, Nganjuk, Jatim. Oleh polisi, Rizky disebut bekerja sebagai karyawan Telkomsel di Graha Pena Surabaya. Rizky ditangkap saat pulang kerja, Senin sore.

2. Abdullah Mashuri. Kelahiran Surabaya, 30 September 1989 dan beralamat di Kalilom Lor I/45 RT 03 RW 03 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Kenjeran Surabaya. Abdullah berprofesi sebagai penjual roti dan ditangkap di Jalan Sidotopo Lor Surabaya, saat mengirim roti Senin pagi.

3. Miftahul Munif kelahiran Ponorogo, 30 Oktober 1983. Munif beralama di Tambak Wedi Indah Barat glGang 2 D Nomor 33, Surabaya. Miftahul bekerja sebagai tukang gambar di jalan Indragiri nomor 12-18 blok A 12, Surabaya. Ditangkap saat berangkat kerja di bawah Jembatan Suramadu pada Senin pagi.

4. Boy Arfianzah kelahiran Jombang, 27 Maret 1989. Boy beralamat KTP di Desa Buduk, Kecamatan Peterongan, Jombang. Boy ditangkap Senin siang.

5. Agus Satrio Widodo kelahiran Jombang, 19 Juni 1969 dan alamat KTP di Jalan Sersan KKO Usman, Desa Dandangan, Kediri. Agus ditangkap di rumah dikontrakkan pada Senin pagi.

6. Damayanti yang merupakan istri Agus Satrio Widodo kelahiran Nganjuk, 14 Mei 1984. Alamat KTP di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk dan alamat tinggal saat ini di Urangagung RT 02 RW 02, Kabupaten Sidoarjo. Dia ditangkap bersama dengan Agus Widodo, Ilham Fauzan dan Bety Rinawati Brojo di rumah kontrakan Agus Widodo pada Senin pagi.

7. Bety Rinawati Brojo, kelahiran Cirebon 2 Mei 1980, warga Tambun Selatan, Bekasi, ditangkap Agus Widodo, Ilham Fauzan dan Damayanti di rumah kontrakan Agus Widodo pada Senin pagi.

Kemudian, penangkapan pada Selasa 15 Mei 2018:

8. Abdul Kahfi, laki-laki, kelahiran Banyuwangi 30 September 1965, ditangkap saat pulang kerja dari pasar Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur.

9. Kristianto alias mas Abi, pria kelahiran Solo 23 Septrmber 1977. Kristianto beralamat di Dusun Turi, Karang Ploso, Malang. Ditangkap Selasa pagi.

10. Wahyu Mega Wijayanti, perempuan kelahiran Malang 3 Juli 1978, tercatat sebagai warga Klojen, Malang, ditangkap pada Selasa dini hari dengan Samsul Arifin.

11. Syaqif Constantin Arsalan, laki-laki, kelahiran Jombang 27 Maret 1989, warga Purworejo, Pasuruan, ditangkap Selasa 15 Mei.

12. Samsul Arifin alias Abu Umar, laki-laki klahiran Blitar 9 Juni 1983 beralamat di Kecamatan Singosari, Malang, ditangkap besama dengan istrinya pada Selasa dini hari.

13. Emil Lestari, perempuan kelahiran Garut 21 September 1979, beralamat di Dukuh Pakis, Surabaya. Emil adalah istri dari Ilham Fauzan, ditangkap Selasa malam. Dia ditangkap dengan seorang anak berusia 1 tahun inisial P.

14. Suyanti, kelahiran Magetan 19 Desember 1984 merupakan istri dari Dedi Sulistiantono. Beralamat di Tandes, Surabaya.




(UWA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TERORISME
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 17-10-2018