DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 12.710.947.522 (17 AGUSTUS 2018)

BNPT Akui Penanganan Terorisme di Indonesia Masih Lunak

Whisnu Mardiansyah - 17 Mei 2018 17:28 wib
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Rizal.
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Rizal.

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengakui penanganan kejahatan terorisme di Indonesia masih lunak. Hukum di Indonesia masih menggunakan pendekatan humanis melawan terorisme.
 
"Didalam SOP (standar operasional prosedur) itu pendekatan lebih didahulukan soft approach. Kalau pendekatan yang hard approach saya kira nanti dituding melanggar HAM," kata Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris dalam perbincangan kepada Medcom.id, Kamis 17 Mei 2018.
 
Berbanding terbalik dengan negara tetangga seperti Malaysia yang lebih represif menangani kasus terorisme. Malaysia tak peduli dikecam dunia internasional. Hasilnya, keamanan negaranya relatif aman.
 
"Negara lain tidak ada proses sidang. Langsung masuk jeruji. Indonesia sangat lembek dan sangat lembut menangani kejahatan yang sangat keras," ujarnya.

Baca: Kecurigaan pada Cadar Sukseskan Teroris

Di tengah maraknya aksi teror yang marak beberapa hari belakangan, Irfan berharap ada jalan tengah penanganan terorisme. Tidak lunak tetapi juga tidak terlalu represif.
 
"Saya kira itu juga kita harapkan ada jalan tengah. Kalau mau hard approach seperti negara-negara lain itu mudah saja, nanti dianggap melanggar HAM lagi," jelasnya.
 
Di tengah hukum yang lunak, BNPT minta peran aktif masyarakat bersama-sama mengantisipasi kelompok teror. Bukan hanya tanggung jawab Polri dan BNPT.
 
"Masyarakat memiliki bahagian untuk memperkuat upaya cegah. Agar jangan terus-terusan terjadi seperti ini," pungkasnya.




(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TERORISME
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 18-08-2018