DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Gamelan Diajukan Jadi Warisan Budaya ke UNESCO

Pythag Kurniati - 10 Agustus 2018 15:59 wib
Mendikbud Muhadjir Effendy (paling kanan) saat membuka International Gamelan Festival 2018 di Kota Solo, Kamis malam, 9 Agustus 2018, dokumentasi Pemkot Surakarta.
Mendikbud Muhadjir Effendy (paling kanan) saat membuka International Gamelan Festival 2018 di Kota Solo, Kamis malam, 9 Agustus 2018, dokumentasi Pemkot Surakarta.

Solo: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan gamelan sebagai salah satu nominasi warisan budaya tak benda dunia yang segera diajukan ke UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization).

Pernyataan tersebut ditegaskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam acara International Gamelan Festival 2018 di Benteng Vastenburg, Kota Solo, Jawa Tengah.  “Kemendikbud dan tim penilai pengusulan warisan budaya tak benda, telah menetapkan gamelan untuk diajukan sebagai nominasi Indonesia yang akan dikirim ke sekretariat UNESCO pada Maret 2019,” tandas Mendikbud, Kamis malam, 9 Agustus 2018.

Gamelan akan segera menyusul keris, batik serta wayang, jika UNESCO menyetujuinya sebagai warisan budaya tak benda.  Mendikbud mengemukakan, tim penyusun membutuhkan dukungan agar penggarapan naskah gamelan sebagai nominasi warisan budaya tak benda berjalan lancar.

Terutama dukungan dari komunitas dan pegiat gamelan baik dalam maupun luar negeri. “Sehingga bisa diterima oleh UNESCO,” imbuhnya.

Baca: Dikelilingi saksi sejarah, ini wajah baru Kali Besar

Menurut Muhadjir, IGF 2018 menjadi langkah awal yang baik untuk mengangkat gamelan sebagai kekayaan Indonesia. IGF 2018, lanjutnya, diramaikan oleh 265 pengembang gamelan di luar negeri dan 900 pengembang gamelan dari dalam negeri.

International Gamelan Festival, kata Muhadjir, mampu memberikan ruang interaksi dialog antarbudaya, terutama mengenai semangat gamelan yang melewati batas disiplin ilmu, wilayah geografis maupun kelompok sosial.

“Keselarasan gamelan sebagai bentuk apresiasi budaya melambangkan makna kerukunan, saling menghargai dan saling bekerja sama demi menciptakan kehidupan masyarakat yang toleran, harmonis, dan damai,” pungkas Mendikbud.


(CEU)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KEBUDAYAAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 16-12-2018