DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Kematangan KRI Soeharso Membantu Korban Bencana

Dheri Agriesta - 10 Agustus 2018 16:55 wib
Sejumlah prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PCRPB) TNI memasuki geladak KRI Soeharso-990 di Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya, Jawa Timur, Senin (6/8). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat.
Sejumlah prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PCRPB) TNI memasuki geladak KRI Soeharso-990 di Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya, Jawa Timur, Senin (6/8). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat.

Lombok Utara: Komandan Satgas Kesehatan KRI Soeharso Kolonel Andi Abdullah yakin jika rumah sakit apung bisa membantu korban gempa Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. KRI Soeharso telah berpengelaman membantu korban bencana.

"Kalau KRI Soeharso dengan rumah sakit ini tidak hanya sekali ini saja membantu korban gempa, banyak daerah terkena bencana dan bakti sosial," kata Andi di Pelabuhan Carik, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 10 Agustus 2018.

Kemampuan kapal sepanjang 120 meter tak perlu diragukan untuk mendukung pelayanan kesehatan. Fasilitas yang dimiliki tak kalah dengan rumah sakit yang berada di darat.

KRI Soeharso memiliki dua ruang perawatan dengan kapasitas masing-masing ruangan 20 pasien. Kapal buatan Korea Selatan ini juga memiliki lima ruang operasi. Selain itu, kapal yang dibeli pada 2003 ini juga memiliki instalasi gawat darurat, Intensive Care Unit (ICU), ruang rontgen, ruang bersalin, apotek, laboratorium, dan klinik gigi. 

Sejumlah dokter dan perawat berpengalaman dari TNI Angkatan Laut juga siaga di kapal tersebut. Setidaknya ada dua dokter bedah tulang dan satu dokter bedah umum yang dibawa dari pangkalan angkatan laut Surabaya.

"Dokter ahli anestesi satu, dokter saraf, dokter mata, dan dokter umum. Ada perawat mahir bedah, ada perawat anestesi, itu dari Angkatan Laut," jelas Andi.

Tak cuma dokter dari Angkatan Laut, KRI Soeharso juga mendapatkan bantuan dari relawan. Kemarin, ada tiga dokter bedah tulang dari Universitas Airlangga Surabaya yang membantu di KRI Soeharso.

"Dan dari Makassar tiga orang, kemarin mereka sudah operasi di sini membantu. Sehingga kalau kami nanti ada kekurangan tenaga medis tidak lengkap kami dibantu dari darat," jelas Andi.

KRI Soeharso dibeli dari Korea Selatan pada 2003. Awalnya, kapal ini berfungsi sebagai kapal bantu angkut personel dan kapal bantu rumah sakit. Kapal ini menjalani misi pelayanan kesehatan saat tsunami menerja Aceh di penguhujung 2004.

Setelah itu, KRI Soeharso aktif membantu pelayanan kesehatan saat bencana terjadi seperti gempa Padang 2009, melakukan pelayanan kesehatan di pulau terluar Indonesia, bahkan misi kemanusiaan di Timor Leste.


(DEN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG GEMPA LOMBOK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 16-12-2018