DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 41.348.051.099 (17 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Menristekdikti: Struktur Organisasi Kampus Gemuk Sekali

Husen Miftahudin - 09 Agustus 2018 20:20 wib
Menristekdikti, Mohamad Nasir, Humas Kemenristekdikti.
Menristekdikti, Mohamad Nasir, Humas Kemenristekdikti.

Kampar: Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meminta perguruan tinggi merampingkan struktur organisasi. Jabatan struktural pada organisasi kampus dinilai kerap menghambat dosen mengembangkan penelitian.

"Stuktur kampus harus kita rampingkan. Nanti itu organisasi kampus jangan gemuk sekali, sekarang kan gemuk," ujar Nasir dalam acara Bakti Inovasi: Tanam dan Panen Perdana Padi di Kecamatan Pulau Tinggi, Kabupaten Kampar, Kamis, 9 Agustus 2018.

Nasir bilang, hampir setiap dosen memegang jabatan dalam struktur organisasi kampus. Kondisi tersebut membuat dosen kerap tidak fokus menyusun publikasi ilmiah dalam jurnal bereputasi internasional.

"Semua jabatan ada di sana, sehingga semua dosen menjabat (struktur organisasi kampus). Harapan saya dosen hanya mengajar dan meneliti," tegasnya.

Baca: Publikasi Ilmiah Indonesia Bersaing Ketat dengan Malaysia

Nasir berharap perampingan struktur organisasi mampu mendongkrak jumlah publikasi ilmiah bereputasi internasional yang disusun dosen. Pasalnya, publikasi ilmiah mampu mengembangkan riset dan inovasi demi kemajuan bangsa.

"Di dalam era teknologi sekarang ini yang masuk pada era revolusi industri 4.0, kita harus berlari lebih cepat lewat inovasi. Jadi struktur organisasi harus mulai dirampingkan agar riset berkembang, sehingga sumber daya yang dimiliki perguruan tinggi menjadi lebih baik," pungkas Nasir.

Pada periode Januari hingga 7 Agustus 2018, jumlah publikasi ilmiah bereputasi internasional yang dimiliki Indonesia sebanyak 16.528 jurnal. Capaian itu lebih rendah ketimbang Negeri Jiran, Malaysia yang telah berhasil mempublikasi 17.211 jurnal.

Namun demikian, publikasi ilmiah bereputasi internasional milik Indonesia lebih banyak ketimbang Singapura dan Thailand. Negeri Singa itu hanya mampu mengumpulkan 12.593 jurnal, sementara Negeri Gajah Putih mengumpulkan 9.595 jurnal.


(CEU)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENDIDIKAN TINGGI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 18-10-2018