Pemerintah Didorong Dukung Industri Pertahanan Swasta Nasional

Whisnu Mardiansyah - 12 Februari 2018 14:31 wib
Audiensi Ketua DPR dengan Pinhantanas/Medcom.id/Whisnu Mardiansyah
Audiensi Ketua DPR dengan Pinhantanas/Medcom.id/Whisnu Mardiansyah

Jakarta: Ketua DPR Bambang Soesatyo mendukung keinginan pelaku industri pertahanan swasta nasional (Pinhantanas) mendapat peluang lebih. Pernyataan itu dikeluarkan setelah DPR menggelar audiensi Pinhantanas.

"Memang keadaan produk kita lebih mahal. Itu jadi tantangan. Tantangan kedua yaitu menghadapi BUMN. Intinya DPR mendorong perkumpulan ini bisa bergerak maju dan menguasai peralatan pertahanan yang dibutuhkan Polri dan TNI," kata Bambang di ruang kerjanya Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 12 Desember 2017.

Politikus Partai Golkar itu belum mengetahui berapa jumlah anggaran pasti yang dialokasikan untuk belanja alutsista. Berkaca dari sebelumnya, jumlah anggaran pengadaan alutsista mencapai puluhan triliun.

"Sebagai produsen harus bisa bersaing kualitasnya dengan kualitas impor," tegas Bambang.

Dewan Penasihat Pinhantanas Connie Bakrie mengatakan pengadaan alutsista TNI-Polri belum berpihak kepada industri swasta. Pasal 11 UU Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan UU dinilai menyusahkan peran industri swasta.

"Pasal 11 yang menyatakan yang menjadi integrator hanya BUMN. Padahal pelaku industri swasta sudah banyak tetapi tidak diberikan ruang untuk maju," jelas Connie.

Pinjaman Dalam Negeri (PDN) menjadi faktor penting. Industri pertahanan swasta nasional selalu menemui kesulitan ketika mengajukan pinjaman.

"PDN itu sekarang anggaran penyerapannya buruk. Tapi itu bisa jadi baik jika industri swasta bisa menyerap dan dialokasikan dalam jangka lima tahun," ujar dia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Harian Pinhantanas Meyjen (Purn) Jan Pieterk menyatakan industri pertahanan swasta nasional tak kalah bersaing dengan produk BUMN dan produk impor asing. Industri pertahanan swasta sudah mampu membuat produk seperti pesawat tanpa awak hingga bom.

"Sesungguhnya kita punya kemampuan yang harus kita gunakan supaya devisa negara bisa mengalir ke dalam negeri. Dalam arti penyerapan tenaga kerja dan kebutuhan TNI-Polri hasil karya anak bangsa. Kita bisa buat kapal dan bom. Disamping itu kita sudah buat pesawat tanpa awak. Ini kalau kita bisa beli sendiri, maka lambat lain industri kita berkembang," beber dia.


(OJE)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ALUTSISTA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 24-05-2018