Golkar Dorong Perombakan Kabinet

M Rodhi Aulia - 06 Oktober 2017 19:03 wib
Politikus Golkar Bobby Adhityo Rizaldi (tengah) dalam Diskusi Publik: Evaluasi 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Warung Komando, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat 6 Oktober 2017. Foto: M. Rodhi Aulia/MTVN
Politikus Golkar Bobby Adhityo Rizaldi (tengah) dalam Diskusi Publik: Evaluasi 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Warung Komando, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat 6 Oktober 2017. Foto: M. Rodhi Aulia/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Golkar mendorong Presiden Joko Widodo untuk merombak kabinet kerja. Kader di luar partai pendukung pemerintah diharapkan dapat dipertimbangkan masuk di jajaran kabinet.

"Kiranya bapak Presiden Jokowi tentu dengan hak prerogatif beliau revitalisasi kabinet sekali lagi, yaitu reshuffle sekali lagi," kata politikus Golkar Bobby Adhityo Rizaldi dalam Diskusi Publik: Evaluasi 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Warung Komando, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat 6 Oktober 2017.

Bobby berharap perombakan kabinet dapat meningkatkan kinerja Presiden. Menurut dia, peningkatan kinerja dapat melejitkan elektabilitas Jokowi bila maju kembali di pilpres 2019.

"Jika terjadi reshuffle, saya juga mengharapkan pak Jokowi bisa merangkul semua elemen partai-partai. Kalau bisa pak Nasir Djamil (PKS) bisa jadi menteri, pak Ibas (Edhie Baskoro) dari Demokrat bisa jadi menteri dan bapak Ahmad Riza Patria dari Gerindra bisa jadi menteri," ucap dia.

Baca: Jokowi Harus Hati-hati Merombak Kabinet

Bobby mengharapkan kabinet yang terbentuk adalah kabinet pelangi. Dengan begitu, kabinet ini dapat menggambarkan Bhineka Tunggal Ika dan NKRI yang kokoh serta tidak bisa dipecah belah.

"Jangan sampai ada penyusupan dari proxy-proxy agent yang ingin membenturkan kita, seolah-olah A dengan B, religi A dengan religi B, pemilih A dengan pemilih C, antar presiden dengan non-presiden," tandas dia.


 


(AZF)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG RESHUFFLE KABINET
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-10-2017