Akbar Tanjung Mungkinkan Pergantian Ketum Golkar

Ilham wibowo - 14 November 2017 23:34 wib
Akbar Tanjung -- Foto: Antara/ Wahyu Putro.
Akbar Tanjung -- Foto: Antara/ Wahyu Putro.

Jakarta: Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung buka suara pergantian Ketua Umum Partai pohon beringin yang saat ini dijabat Setya Novanto. Trend partai dinilai terus merosot lantaran Novanto kembali menyandang status tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Akbar, status Novanto yang diduga melakukan tindak pidana korupsi proyek KTP elektronik itu berdampak langsung pada opini publik. Kepercayaan masyarkat terhadap partai Golkar, kata Akbar, pun dinilai cenderung terus merosot.

"Kita anggap terbaik untuk Golkar, termasuk perubahan dalam kepemimpinan. Karena pemimpin ini juga yang akan menentukan daripada keberhasilan partai, dan pemimpin itu pun juga akan bisa mempengaruhi bagaimana opini publik terhadap partai," kata Akbar di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa 14 November 2017.

Mengacu setiap hasil pemilu, lanjut Akbar, catatan suara Partai Golkar sejak awal Reformasi hingga saat ini terus mengalami penurunan. Boleh jadi, kata Akbar,  arah Partai Golkar terus terbenam hingga ke dasar bila tak kunjung dilakukan perubahan.

"Sekarang saya dengar sudah sekitar 7 persen. Kalau tren penurunan itu terus 6 persen, 5 persen, bahkan kemudian bisa di bawah 4 persen boleh dikatakan, ya dalam bahasa saya, bisa terjadi kiamat di partai Golkar ini," ujar Akbar yang juga mantan Ketua DPR itu.

Akbar bilang, catatan raihan tingkat kepercayaan terhadap Golkar saat ini dalam kondisi terburuk. Padahal, kata dia, Golkar merupakan partai yang selalu berjaya selama era Orde Baru. Raihan suara Pemilu pun selalu berada di atas 60 persen.

"Bayangkan kalau sampai di bawah 4 persen, berarti tidak punya hak untuk mempunyai anggota di DPR. Wah ini yang saya takutkan," ucapnya.


(Des)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PARTAI GOLKAR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 21-11-2017