Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp 5.963.078.120 (13 AGUSTUS 2018)

Provokasi Berlatar Sentimen Agama Disebut tak Akan Berhasil

- 12 Februari 2018 17:48 wib
Sejumlah orang termasuk Pastor Pier menjadi korban serangan orang tak dikenal saat tengah melaksanakan misa di gereja Santa Lidwina, Bedog, Sleman, DIY. (Foto: MI/Ardi)
Sejumlah orang termasuk Pastor Pier menjadi korban serangan orang tak dikenal saat tengah melaksanakan misa di gereja Santa Lidwina, Bedog, Sleman, DIY. (Foto: MI/Ardi)

Jakarta: Tokoh agama katolik Benny Susetyo menyebut serangan yang terjadi di gereja Santa Lidwina, Sleman, Yogyakarta, hanyalah bagian dari provokasi oknum yang tak suka dengan toleransi di Indonesia.

Namun ia memastikan serangan berlatar sentimen agama itu tidak akan berhasil memprovokasi hubungan antarumat beragama, khusunya para penganut katolik.

"Umat beragama di Indonesia itu tidak akan mudah terprovokasi. Kasus-kasus kekerasan ini kan sebenarnya hanya provokasi, tidak akan menganggu relasi hubungan umat beragama di Indonesia," katanya, dalam Metro Pagi Primetime, Senin 12 Februari 2018.

Benny mengatakan sejak awal umat katolik di Indonesia sudah mengamalkan pancasila sebagai landasan berpikir, bertindak, dan berelasi.

Kasus penyerangan seperti yang terjadi di gereja Santa Lidwina atau pun di pondok pesantren di Bandung justru akan memperkuat hubungan antarumat beragama. Bahkan yang dilakukan oleh Ahmad Syafii Maarif adalah buktinya.

"Buya Syafii Maarif secara jelas ingin mengatakan bahwa solidaritas kemanusiaan dan bergandengan tangan untuk mewujudkan persaudaraan ini harus terus dijaga," katanya.

Meski menyisakan duka dan kekecewaan, kasus penyerangan di gereja Santa Lidwina adalah momentum bagi rakyat Indonesia untuk terus membangun silaturahmi dan komunikasi. Inilah yang akan membuat Indonesia komitmen menjaga keberagaman. 

Selama ini, kata Benny, hubungan antartokoh agama dan tokoh lokal meskipun berbeda selalu baik. Ketika ada persoalan akan selalu dibicarakan musyawarah mufakat. 

"Komunikasi inilah yang menjadi alat menjaga kerukunan itu," ujar Benny.

Menurut Benny, keberagaman di Indonesia bisa tetap terjaga asalkan negara selalu hadir dalam setiap kondisi. Ketika negara mampu mengarusutamakan kemanusiaan dan keadilan maka semua persoalan yang berlatar agama dapat diselesaikan. 

"Kalau tercipta keadilan, maka persatuan akan terjadi dengan sendirinya. Kesadaran publik tentang pentingnya pancasila untuk merawat keutuhan republik ini sangat penting," pungkasnya.




(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENYERANGAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 15-08-2018