Marsekal Hadi Tjahjanto Disebut Sosok Visioner

- 07 Desember 2017 10:22 wib
Calon Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto diarak usai menghadiri uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di Komisi I, gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. (Foto: ANTARA/Latiko)
Calon Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto diarak usai menghadiri uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di Komisi I, gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. (Foto: ANTARA/Latiko)

Jakarta: Pengamat Militer Connie Rahakundini menilai calon panglima TNI pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo Marsekal Hadi Tjahjanto adalah sosok yang visioner. Keputusan Presiden Jokowi mengusulkan Kepala Staf Angkatan Udara itu dinilai tepat.

"Yang paling menarik dari apa yang disampaikan beliau adalah bahwa angkatan udara dan angkatan laut itu cenderung melihat sesuatu secara holistik dan itu langsung terlihat dari visi misi beliau," ungkapnya, dalam Metro Pagi Primetime, Kamis 7 Desember 2017.

Connie menilai pernyataan Hadi terkait konstalasi dunia sedang berubah memang sesuai dengan kondisi saat ini. Terutama yang terkait dengan isu siber.

Menurut Dia, isu siber perlu dicermati dengan baik dan ditentukan siapa yang mampu menjadi pengendali. Sebagai contoh, Amerika Serikat memberikan kewenangan itu kepada angkatan udara, pun dengan Tiongkok tetapi tidak demikian dengan di Indonesia.

"Dengan begitu Marsekal Hadi bisa menjadikan angkatan udara sebagai koor untuk pengendalian siber dan semua yang terkait dengan teknologi masa kini," katanya.

Meskipun tidak seluruhnya disampaikan, Connie menangkap bahwa ada isu lain yang juga strategis untuk dijalankan oleh TNI seperti pemanfaatan teknologi untuk autovisual intelijen dan penguasaan ruang angkasa.

"Jadi banyak hal yang menurut saya baru dan visioner, termasuk terorisme. Terorisme ini sangat jelas nantinya mana yang menjadi ranah polisi dan TNI," ungkap Connie.

Connie mengatakan perhatian terhadap perairan pun merupakan hal baru yang pernah disampaikan oleh calon panglima. Hadi dinilai sebagai sosok yang juga peduli bagaimana menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia sekaligus poros dirgantara.

Pernyataan Hadi tentang antisipasi terhadap perkembangan Tiongkok pun dinilai bijaksana. Sebab meskipun negara tirai bambu itu tak menunjukkan ancaman secara langsung, TNI harus tetap siaga dan punya langkah antisipasi.

Connie mengaku jarang mendengar petinggi TNI bicara tentang ancaman Tiongkok ke hadapan publik. Hadi melihat bahwa isu tersebut menarik lantaran Tiongkok adalah negara besar dan memiliki program yang jelas.

Dia mencontohkan program blue-water navy Tiongkok 2010 selesai, green-water navy 2030 yang akan memasuki perairan Indonesia mulai disusun dan 2050 blue-water navy mereka akan sampai di Samudera Hindia.

"Ini kan kalau dikaitkan dengan nawa cita tentara kita harus ada di dua samudera. Maka mungkin PR Pak Hadi adalah kapan nih Indonesia menjadi negara yang membangun tentara poros maritim dunia. Di tahun berapa kita menjadi blue-water navy? apakah di 2045 atau seperti apa? jelasnya.




(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PANGLIMA TNI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 13-12-2017