DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Pengamat: Mahfud Ideal untuk Jokowi

- 11 Juli 2018 13:50 wib
Mahfud MD saat menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tengah memberikan keterangan pers terkait pengunduran diri Hakim Akil Mochtar dan pembentukan majelis kehormatan hakim di gedung MK, Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (21/12/2010). Foto: MI/Susanto
Mahfud MD saat menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tengah memberikan keterangan pers terkait pengunduran diri Hakim Akil Mochtar dan pembentukan majelis kehormatan hakim di gedung MK, Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (21/12/2010). Foto: MI/Susanto

Jakarta: Nama calon pendamping Joko Widodo pada Pemilu Presiden 2019 masih teka-teki. Sejumlah nama muncul karena dianggap potensial menjadi calon wakil petahana tersebut.

Direktur eksekutif Charta Politica Yunarto Wijaya mengatakan, ada empat nama potensial menjadi cawapres Jokowi. Mereka: mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur NTB T.G.B. Zainul Majdi, dan mantan Menko Perekonomian Chairul Tanjung.

Menurut Yunarto, Mahfud lebih mudah diterima semua pihak, termasuk partai pendukung Jokowi pada Pemilu 2019. Mahfud yang berlatar belakang Nahdlatul Ulama, kata dia, juga mampu menggalang dukungan dari kaum nahdliyin

"Saya menilai Pak Mahfud yang akseptabilitasnya paling tinggi. Ideal untuk Jokowi," kata Yunarto, saat dihubungi, Rabu, 11 Juli 2018.

Mahfud adalah figur yang komplet. Dia berpengalaman di eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Selain itu, tambah Yunarto, Mahfud bersih dari catatan pelanggaran hukum dan memiliki karakter berani serta tegas.

"Gayanya berani dan tegas. Karakternya sama dengan wakil-wakil Pak Jokowi yang berani," ungkap Yunarto.

Sementara TGB, menurut Yunarto sulit diterima semua partai pendukung Jokowi karena merupakan kader Partai Demokrat. Adapun Chairul Tanjung juga terafiliasi dengan Partai Demokrat karena pernah menjadi menteri di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Saat ditanya siapakah sosok yang dapat menambah elektabilitas Jokowi, Yunarto mengatakan mantan Ketua MK tersebut adalah figur yang paling potensial. Sebagai seorang tokoh dan akademisi, pemikiran Mahfud sudah jauh diberikan untuk Indonesia.

"Kalau soal politik geografis, Pak Jokowi sudah punya legacy, pembangunan luar biasa yang belum pernah dilakukan presiden-presiden sebelumnnya," ujar Yunarto.

Adapun Jokowi diyakini memiliki daya tawar lebih tinggi saat menentukan cawapresnya dengan partai pendukung, termasuk PDI Perjuangan.

"Jokowi memiliki ruang gerak luas, gaya politik luwes, enggak meninggalkan komitmen, tapi enggak mau dirantai kakinya. Isu yang bilang Jokowi enggak harmonis dengan Megawati sudah terbantahkan. Dalam posisi ini Jokowi punya bargain lebih tinggi," kata dia.


(MBM)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILPRES 2019
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 25-09-2018