DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 47.877.961.729 (23 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Jadi Wapres atau Patah Hati

Rudy Polycarpus - 16 April 2018 10:42 wib
Warga Nahdliyin mengikuti deklarasi dukungan Calon Wakil Presiden di Pondok Pesantren Bahrul Hidayah Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (17/2/2018). Foto: Antara/Budi Candra Setya
Warga Nahdliyin mengikuti deklarasi dukungan Calon Wakil Presiden di Pondok Pesantren Bahrul Hidayah Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (17/2/2018). Foto: Antara/Budi Candra Setya

Jakarta: Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyatakan ada dua pilihan yang menjadi targetnya saat ini. Menjadi calon wakil presiden pendamping Joko Widodo atau patah hati.
 
"Saya ini Join, Jokowi-Muhaimin. Saya sebelum menyatakan Join sudah bertemu beliau. Responsnya bagus, ini proses kan, semua butuh waktu," kata Cak Imin.
 
Cak Imin mengatakan enggan berandai-andai jika Jokowi tidak memilih dirinya sebagai cawapres. Dia hanya berharap segala sesuatunya berjalan lancar. Namun, Cak Imin berseloroh, jika harapannya terhadap Jokowi bertepuk sebelah tangan, dia mengaku akan patah hati.
 
"Patah hati," kata Cak Imin.
 
Saat ditanya lebih jauh apakah patah hati itu artinya Cak Imin akan mengalihkan dukungan kepada kubu Prabowo Subianto, keponakan Gus Dur itu menjawab, "Pokoknya patah hati, masuk kamar, tidur, kunci. Pokoknya Join, Join, Join."
 
Untuk mewujudkan hal itu, sejumlah relawan pendukung Cak Imin berinisiatif mendirikan Posko Cak Imin untuk Indonesia (Cinta) di Jakarta. Pendirian Posko Cinta di Jakarta ditargetkan mencapai 1.000 buah. "Ini ide bottom up. Ini ialah wujud inisiatif warga yang mau membuka posko secara mandiri," kata Ketua Relawan Posko Cinta se-Jakarta Zainal Abidin.
 
Jika PKB bagaimana dengan PPP? PPP memastikan tidak menyodorkan nama ke Jokowi, tetapi memberikan kriteria. ''Berdasarkan Munas Alim Ulama PPP tidak ajukan nama cawapres untuk Jokowi dan hanya memberikan keteria cawapres,'' kata Ketua Umum PPP Romahurmuziy di Semarang Sabtu, 14 April 2018.
 
Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama yang digelar sejak Jumat (13 April) menghasilkan 10 rekomendasi. Sembilan rekomendasi ialah komitmen menjaga NKRI dan mendukung pemerintah.
 
Menurut Romahurmuziy, rekomendasi ke-10 berkisar tentang kriteria calon wakil presiden yang akan mendampingi Jokowi, yakni memiliki kompetensi integritas dan aspiratif, santun santri, berilmu dan berjiwa ulama, peduli kepada rakyat kecil, muda dan milenial agar mampu menyesuaikan perkembangan generasi.
 
Ikuti aturan
 
Baik Jokowi dan Prabowo Subianto belum menentukan sikap yang akan mendampinginya. Amat mungkin karena pendaftaran untuk pilpres masih Agustus, sedangkan masa kampanye pemilihan presiden 23 September 2018 - 13 April 2019.
 
Khusus untuk masa kampanye, Jokowi bersedia menghentikan kebiasaannya membagi-bagi sepeda selama masa kampanye.
 
Bawaslu menilai pembagian sepeda bukan bagian dari kampanye. "Kalau aturannya sudah ditentukan oleh KPU, ya kita taati," ujarnya.
 
Selain itu, Jokowi juga akan menaati aturan jika KPU tidak membolehkannya memakai pesawat kepresidenan selama kampanye.
 
"Misalnya bagi sepeda enggak boleh, misalnya bawa pesawat enggak boleh, kita taati nanti." (AS/Ant/P-1)
 



(UWA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILPRES 2019
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 23-10-2018