Bantah Terima Suap, Ongen: Ya Allah, Dosa Saya Kalau Bohong

Wanda Indana - 12 April 2016 22:52 wib
Anggota DPRD Dari Fraksi Hanura, Muhammad Ongen Sangaji. -- Doni Setiawan
Anggota DPRD Dari Fraksi Hanura, Muhammad Ongen Sangaji. -- Doni Setiawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI Jakarta, Ongen Sangaji membantah kabar 17 anggota DPRD DKI Jakarta kecipratan duit suap dari kasus dugaan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai reklamasi pulau di Teluk Jakarta.  Ongen menegaskan dirinya tidak pernah menikmati suap dalam bentuk apapun.

Menurut kabar beredar di sosial media, ke-17 anggota dewan menikmati suap dalam bentuk uang segar dan tiket perjalanan liburan ke Amerika Serikat. Suap diberikan untuk melobi anggota dewan guna meloloskan Raperda reklamasi.

"Siapa yang ke Amerika? Aduh, boro-boro ke Amerika, ke Hongkong saja belum pernah. Paspor saya bisa lihat itu," kata Ongen saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (12/4/2016).

Ongen mengaku, ia dan keluarga keluarga tidak pernah berpergian ke luar negeri kecuali ke Singapura. Perjalanan ke Singapura dilakukan setahun lalu. Ongen, enggan menjelaskan biaya perjalanan ke Singapura untuk dinas atau liburan.

"Singapura doang, sudah setahun yang lalu. Ya Allah, saya kalau bohong, dosa saya," tegas Ongen.

Ongen mengaku tidak tahu banyak terkait pembahasan dua Raperda mengenai reklamasi. Dia mengaku, tidak mengikuti rapat Badan Legislasi Daerah (Balegda) DKI Jakarta.

"Nggak tahu saya, kan nggak ikut rapat kemarin. Kemarin wakil ketua fraksi (Syarifuddin). Hanura ikut keputusan rapat karena kesepakatan bersama," jelas Ongen. 

Ongen juga mengaku tidak pernah mendengar anggota DPRD DKI Jakarta yang menerima suap Rp5 miliar dari pengembang. Ketika kembali ditegaskan apakah dirinya juga menerima suap Rp5 miliar, Ongen kembali membantah. "Muka lu gila," ucap Ongen seloroh.‎



(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KPK TANGKAP LEGISLATOR DKI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 13-12-2017