Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.408.300.797 (20 JUNI 2018)

Nuruzzaman Disebut tak Aktif di Partai

Whisnu Mardiansyah - 13 Juni 2018 10:52 wib
Eks Wasekjen DPP Partai Gerindra Mohammad Nuruzzaman. (Foto: Antara/Reno Esnir)
Eks Wasekjen DPP Partai Gerindra Mohammad Nuruzzaman. (Foto: Antara/Reno Esnir)

Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade mengaku tak tahu banyak rekam jejak mantan kader Muhammad Nuruzzaman. Menurutnya, Nuruzzaman tak banyak aktif di kegiatan partai. 

"Saya enggak kenal beliau, saya enggak pernah mendengar nama beliau, mungkin beliau enggak aktif. Enggak tahu kebijakan partai," kata Andre saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 13 Juni 2018.

Andre menerangkan, meski menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal, tak banyak kontribusi dan pengaruh Nuruzzaman di Partai Gerindra. Bahkan, dalam setiap agenda kepartaian, yang bersangkutan tak pernah muncul.

Jadi kata Andre, cukup beralasan jika Nuruzzaman tak pernah tahu arah kebijakan partai. Sehingga, tudingan-tudingannya dalam surat terbuka itu sama sekali tak mencerminkan arah dan sikap kebijakan Partai Gerindra. 

"Dia enggak pernah acara temu kader, rapat partai, Rakornas, itu kan kalau beliau ikut bagaimana sikap partai sangat junjung nilai-nilai kebangsaan. Dia asal berkomentar," tandas Andre. 

(Baca juga: Gerindra Tuding Nuruzzaman Tebar Hoaks)

Sebelumnya, Muhammad Nuruzzaman mengundurkan diri dari jabatan Wakil Sekjen (Wasekjen) DPP Partai Gerindra. Zaman tak kuasa membendung amarahnya. 

Ia menilai manuver Gerindra saat ini terlalu patriotik dan lebih menjadi corong kebencian yang mengamplifikasi kepentingan politik praktis. Nilai Indonesia Raya, kata dia, telah hilang di setiap kader partai.

"Makin parah lagi, pengurus Gerindra makin liar ikut menari pada isu SARA di kampanye Pilkada DKI di mana saya merasa sangat berat untuk melangkah berjuang karena isi perjuangan Gerindra hanya untuk kepentingan elitenya saja sambil terus menerus menyerang penguasa dengan tanpa data yang akurat," ungkapnya.

Zaman mengaku sudah berniat untuk mundur dari Gerindra pada Desember 2017. Ia menganggap isu SARA sudah melampaui batas, ditambah kontribusi elite Gerindra yang haus kekuasaan tanpa peduli pada rakyat.




(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PARTAI GERINDRA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 21-06-2018