Demokrat Rela The Yudhoyono Institute Disebut Kendaraan Politik AHY

M Rodhi Aulia - 11 Agustus 2017 14:25 wib
 Agus Harimurti Yudhoyono meluncurkan The Yudhoyono Institute. Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Agus Harimurti Yudhoyono meluncurkan The Yudhoyono Institute. Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: Putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi meluncurkan lembaga think tank independen, The Yudhoyono Institute (TYI) Kamis malam 10 Agustus 2017. Partai Demokrat tak masalah jika lembaga itu disebut sebagai kendaraan politik AHY.

"Mau dianggap "kendaraan politik" atau apa pun, sah-sah saja. Terserah bagaimana memaknainya," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo kepada Metrotvnews.com, Jumat 11 Agustus 2017.

Roy mempersilakan masyarakat menilai peluncuran TYI dengan pikiran dewasa dan terbuka. Namun, dalam peluncuran itu, Roy memaknai bahwa AHY dan Partai Demokrat sudah menunjukkan sebuah tradisi demokrasi yang sangat santun dan baik.

"Meski sebagai putra SBY (mantan presiden), namun etika mas Agus sebagai seorang yang menghargai orang lain sangat tampak dari sowannya kemarin ke Istana untuk menyampaikan undangan launching the Yudhoyono Institute," ujar dia.

Meski Jokowi dan putranya tidak bisa datang, AHY sudah menunjukkan sikap terbuka menerima berbagai pemimpin lintas generasi. Tak hanya itu, AHY juga mengundang putra-putri Presiden RI lainnya.

"Semalam setidaknya (dalam catatan saya) hadir juga Ibu Rachmawati Soekarnoputri, Ibu Sukmawati Soekarnoputri, Mas Guruh Soekarnoputra, mbak Yenni Wahid, dan bu Meutya Hatta," ujar dia.

Baca: Merajut Yudhoyono Institute

AHY juga menerima dengan tangan terbuka mantan rivalnya saat mengikuti Pilgub DKI Jakarta 2017. Baik pasangan gubernur DKI Jakarta terpilih dan petahana.

"Gubernur dan wakil gubernur terpilih, mas Anies Baswedan dan mas Sandiaga Uno juga hadir. Prof Boediono dan para Menteri KIB (Kabinet Indonesia Bersatu). Benar-benar suasana kehangatan kenegarawanan yang terasa menjelang peringatan ke-72 NKRI sebelum 28 tahun menapaki tahun emas kemerdekaan, 17 Agustus 2045," beber dia.

Roy menegaskan AHY telah menunjukkan kepada semua pihak bagaimana memaknai jiwa patriotisme dan kebangsaan. Meskipun tetap ada beberapa perbedaan sudut pandang.

"Apalagi Partai Demokrat adalah partai penyeimbang. Kita tetap menghargainya dalam sebuah koridor persatuan nasional alias bhinneka tunggal ika. Berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan," kata dia.


(UWA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG SBY
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 17-08-2017