Pansus Cek Lokasi Diduga Rumah Sekap KPK

M Rodhi Aulia - 11 Agustus 2017 11:19 wib
Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengunjungi lokasi yang diduga menjadi tempat penyekapan alias rumah sekap oleh Lembaga Antirasuah. Pansus ingin melihat fakta sebenarnya di lapangan.

"Rencana kita berangkat setelah salat Jumat jam 13.30 WIB di Depok (Jawa Barat) dan Kelapa Gading (Jakarta Utara)," kata anggota Pansus Eddy Kusuma Wijaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 11 Agustus 2017.

Menurut Eddy, pihaknya ingin membuktikan pengakuan yang disampaikan Niko Panji Tirtayasa alias Miko, bekas saksi kasus suap sengketa pilkada di Mahkamah Konstisusi (MK), beberapa waktu lalu. Eddy mengatakan rumah sekap itu berkonotasi negatif.

"Kalau rumah sekap otomatis ada pelanggaran. Misalnya pelanggaran HAM karena dia merasa disekap. Kalau orang merasa diamankan (di rumah sekap), tentu dia nyaman di situ," ucap Eddy.

Penyekapan, kata dia, tak bisa dibenarkan. Jika benar rumah itu dijadikan lokasi penyekapan dan ada dugaan pelanggaran HAM, lanjut Eddy, KPK bisa dikenakan pidana. Tapi kalau tidak, pengakuan Miko itu diabaikan. "Makanya kita perlu tinjau ke sana," ujar dia.

Baca: ?KPK tak Khawatirkan Rencana Kunjungan Pansus ke Safe House

Eddy menambahkan, rumah tersebut milik warga yang sempat disewa KPK. Pihaknya akan izin terlebih dahulu kepada pemiliknya agar bisa melihat langsung. "Siapa tahu rumah itu sudah diganti dan lain-lain, kita enggak tahu juga kan," ucap dia.

Informasi dari Miko, kata Eddy, rumah sekap itu dijadikan KPK untuk mengondisikan Miko sebagai saksi. Di antaranya agar Miko memberikan kesaksian palsu di hadapan majelis hakim tindak pidana korupsi.




(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ANGKET KPK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 22-10-2017