Presiden Pastikan Sidang OKI Bahas Klaim Trump

Achmad Zulfikar Fazli - 07 Desember 2017 12:42 wib
Presiden Joko Widodo/Foto: Biro Setpres
Presiden Joko Widodo/Foto: Biro Setpres

Bogor: Presiden Joko Widodo memastikan hadir pada sidang khusus Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) membahas pengakuan Amerika Serikat (AS) terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Sidang rencananya berlangsung di Istanbul, Turki.

"Kalau OKI sudah memutuskan untuk segera bersidang, saya akan datang langsung ke sidang OKI tersebut," tegas Jokowi di Kompleks Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis, 7 Desember 2017.

Jokowi tak menampik bakal berkomunikasi dengan Presiden AS Donald Trump. Namun, hal itu belum menjadi fokus utama.

"Hal yang paling penting sidang OKI," ucap Presiden ke-7 Indonesia itu.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan penentuan tanggal dan tempat pelaksanaan sidang OKI merupakan hasil kesepakatan sejumlah negara. Dalam sidang itu, Jokowi akan meminta PBB segera bersidang dan menyikapi pengakuan sepihak AS.

"Kurang lebih 13 Desember ini (sidang) karena kita sudah hubungi hampir semua negara Islam," kata Jokowi.

Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan berencana memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Proses itu segera dimulai.

"Hari ini akhirnya kami menyadari hal yang nyata. Bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Ini tidak lebih dari sekadar pengakuan akan kenyataan dan tepat dilakukan," kata Trump di Gedung Putih.

Keputusan Trump berbanding terbalik dengan kebijakan luar negeri AS. 'Negeri Paman Sam' sempat menolak pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel sebelum konflik Israel-Palestina dapat diselesaikan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengapresiasi penuh keputusan Trump. Dia bahkan mengajak negara-negara lain mengikuti jejak AS.

Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam keras pengakuan Trump. Menurut Abbas, langkah itu melanggar seluruh aturan internasional.

Abbas menegaskan Yerusalem adalah ibu kota abadi Palestina. Rakyat Palestina, kata dia, tetap berjuang mempertahankan Yerusalem serta kemerdekaan Palestina.


(OJE)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PALESTINA ISRAEL
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 13-12-2017