DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 47.877.961.729 (23 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Nuruzzaman Disebut Sudah Ditawari Gabung Partai Lain

Whisnu Mardiansyah - 13 Juni 2018 13:56 wib
Eks Wasekjen DPP Partai Gerindra Mohammad Nuruzzaman. (Foto: Antara/Reno Esnir)
Eks Wasekjen DPP Partai Gerindra Mohammad Nuruzzaman. (Foto: Antara/Reno Esnir)

Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade meyebut surat terbuka Muhammad Nuruzzaman hanya untuk menarik perhatian. Alasan pengunduran diri Nuruzzaman dari partai, lantaran sudah ditawari masuk partai lain.

Andre mengungkapkan Nuruzzaman sudah lama menyatakan niatnya keluar dari Gerindra. Lantaran ada partai tertentu yang menawarinya menjadi calon legislatif.

Alasan yang dikemukakan dalam surat pengunduran diri, seperti tudingan Partai Gerindra menggunakan SARA dan Fadli Zon dianggap menghina kiai hanyalah momentum saja.

"Suratnya yang pernyataan ke Bang Fadli itu mencari momentum untuk pindah ke salah satu partai," kata Andre saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 13 Juni 2018.

Bahkan, kata dia, sebelum surat pengunduran Nuruzzaman disebar, yang bersangkutan sudah sepakat dengan partai lain.

(Baca juga: Nuruzzaman Disebut tak Aktif di Partai)

"Informasinya pencalegan beliau nanti itu akan di-support oleh partai tertentu tempat beliau bergabung itu," ujar Andre.

Sebelumnya, Wakil Sekjen (Wasekjen) DPP Partai Gerindra Mohammad Nuruzzaman menyatakan mundur dari kepengurusan partai. Nuruzzaman tak kuasa membendung amarahnya. 
Ia menilai manuver Gerindra saat ini dinilai terlalu patriotik dan lebih menjadi corong kebencian yang mengamplifikasi kepentingan politik praktis. Nilai Indonesia Raya, kata dia, telah hilang di setiap kader partai.

"Makin parah lagi, pengurus Gerindra makin liar ikut menari pada isu SARA di kampanye Pilkada DKI di mana saya merasa sangat berat untuk melangkah berjuang karena isi perjuangan Gerindra hanya untuk kepentingan elitenya saja sambil terus menerus menyerang penguasa dengan tanpa data yang akurat," ungkapnya.

Nuruzzaman mengaku sudah berniat untuk mundur dari Gerindra pada Desember 2017. Ia menganggap isu SARA sudah melampaui batas, ditambah kontribusi elite Gerindra yang haus kekuasaan tanpa peduli pada rakyat.




(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PARTAI GERINDRA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 24-10-2018