Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp 3.686.055.402 (23 JULI 2018)

BPS: Ketimpangan di Jakarta dan Papua Masih Tinggi

Eko Nordiansyah - 16 April 2018 23:18 wib
Ilustrasi. (FOTO MI IMMANUEL ANTONIUS )
Ilustrasi. (FOTO MI IMMANUEL ANTONIUS )

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia mencapai 70,81 pada tahun 2017 atau dikategorikan tinggi. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 0,63 poin atau tumbuh sebesar 0,90 persen dibandingkan capaian tahun 2016.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, status pembangunan manusia di DKI Jakarta tergolong sangat tinggi. Sementara itu, tiga provinsi mengubah status IPM dari kategori sedang menjadi tinggi meski Papua belum beranjak dari IPM yang rendah.

"Satu provinsi yang berhasil mencacat pembangunan manusia dengan kategori sangat tinggi yaitu Provinsi DKI Jakarta. Sementara itu, di ujung timur Indonesia masih terdapat satu provinsi dengan IPM rendah, yaitu Provinsi Papua," ujar Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jalan Dr Sutomo, Jakarta Pusat, Senin, 16 April 2018.

Namun, Papua mencatat pertumbuhan IPM tercepat dibandingkan pencapaian di 33 provinsi lainnya. Selain Papua, kemajuan pembangunan manusia paling cepat juga terjadi di Papua Barat dan Nusa Tenggara Barat. 

"Kemajuan pembangunan manusia di Provinsi Papua dan Papua Barat terutama didorong oleh dimensi standar hidup layak, sementara di Nusa Tenggara Barat lebih dikarenakan perbaikan dimensi pendidikan dan standar hidup layak," jelas dia.

Baca: Menteri Bambang: Ada Empat Faktor Utama Pendorong Ketimpangan

IPM disusun dengan menggunakan tiga dimensi yaitu dimensi kesehatan yang diukur dengan indikator umur harapan hidup, dimensi pengetahuan atau pendidikan yang diukur dengan harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah, serta dimensi hidup layak yang didekati dengan pengeluaran perkapita yang disesuaikan.

Dengan melihat umur harapan hidup tahun 2017, diperkirakan bayi yang lahir pada tahun 2017 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 71,06 tahun atau lebih lama 0,16 tahun jika dibandingkan dengan harapan hidup bayi yang lahir pada tahun sebelumnya. 

Demikian pula dengan harapan lama sekolah, anak-anak yang pada tahun 2017 berusia 7 tahun memiliki harapan dapat menikmati pendidikan selama 12,85 tahun (Diploma I), dan penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 8-10 tahun.

Hal lain yang dapat disimpulkan dari komponen lPM adalah tingkat pemenuhan kebutuhan hidup. Pada tahun 2017, masyarakat Indonesia memenuhi kebutuhan hidup dengan rata-rata pengeluaran perkapita sebesar Rp10,66 juta pertahun, meningkat Rp244 ribu dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Dalam hal ini, peningkatan pengeluaran dapat dipandang sebagai indikasi adanya peningkatan pendapatan masyarakat. Selama tujuh tahun terakhir, pengeluaran perkapita masyarakat Indonesia meningkat sebesar 1,76 persen pertahun," pungkasnya.




(AZF)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KESENJANGAN SOSIAL
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 24-07-2018