DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Jokowi Protes Harga di Pasar Disebut Mahal

Achmad Zulfikar Fazli - 27 November 2018 00:54 wib
 Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato utama ketika menghadiri acara puncak HUT ke-18 Metro TV di Kantor Media Group, Kedoya, Jakarta, Senin (26/11) malam. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato utama ketika menghadiri acara puncak HUT ke-18 Metro TV di Kantor Media Group, Kedoya, Jakarta, Senin (26/11) malam. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Presiden Joko Widodo menilai kenaikan harga beberapa bahan pokok di pasar sebagai hal yang wajar. Pasalnya, kenaikan itu tak sampai menimbulkan lonjakan harga.

"Setiap pasar harganya berbeda tapi dikit-dikit. Tetapi kalau ada orang menyampaikan harga di pasar mahal-mahal, ini yang saya protes di sini," kata Jokowi di Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Senin, 26 November 2018.

Dia mengaku tak hanya sekali blusukan ke pasar. Itu sudah dilakukan sejak menjabat sebagai wali kota Solo hingga menjadi Presiden. Hasilnya, harga bahan pokok saat ini masih tergolong murah dan stabil.

Dia juga mengaku selalu memborong setiap ke pasar. Misalnya, membeli bayam. Harga satu ikat bayam di pasar Rp2 ribu. Namun, ada juga di pasar lain yang harganya Rp1.500.

Tak hanya itu, dia juga sempat menanyakan harga satu potong ayam. Dia mengakui ada kenaikan harga, dari Rp28 ribu ke Rp32 ribu. Namun, kenaikan itu tak signifikan.

"Pindah lagi ke tempe, saya tanya langsung berapa harganya. Misalnya kaya di Bogor, tempe tebal banget, panjangnya segini, kalau dipotong-potong bisa sampai 14, harganya Rp4 ribu. Potongnya tebal," ujar dia.

Dia menyesalkan adanya pihak-pihak yang menyebut harga bahan pokok di pasar mahal. Dia menilai cara itu membuat masyarakat ogah datang ke pasar, dan beralih ke supermarket.

"Jadi saya bilang murah murah, biar pasar tradisional ramai. Karena saya tahu produk-produk di situ dari petani, peternak," ucap dia.

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno sebelumnya menyebut pasar mulai sepi pembeli. Hal itu ditemukan berdasarkan keluhan pedagang di Pasar Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Menurut dia, pasar hingga saat ini masih diburu pembeli. Hanya, pada waktu-waktu tertentu mereka datang ke pasar, seperti pagi hari saat pasar baru mulai buka.

Dia pun setiap akan blusukan selalu mencocokkan waktu bukanya pasar. Misalnya, saat blusukan ke Pasar Anyar, Banten. Pasar tersebut buka pukul 07.00 WIB, dan pada saat itu juga dia mendatangi pasar tersebut.

"Kalau datangnya siang hari, pasar pasti sepi," ketus dia.


(HUS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG HARGA SEMBAKO
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 11-12-2018