Golkar Konsolidasi hingga Tingkat Bawah Demi Elektabilitas

Damar Iradat - 12 Oktober 2017 19:05 wib
Partai Golkar. Foto: MTVN/Rakhmat Riyandi.
Partai Golkar. Foto: MTVN/Rakhmat Riyandi.

Metrotvnews.com, Jakarta: Wasekjen Bidang Pemenangan Pemilu Indonesia I DPP Partai Golkar Bobby Adhityo Rizaldi mengatakan tak ada perubahan mendasar menghadapi turunnya elektabilitas 'Partai Beringin Kuning'. Konsolidasi hingga tingkat bawah tetap dilakukan.

"Partai Golkar masih terus melakukan konsolidasi dan revitalisasi infrastruktur partai sampai tingkat desa," kata Bobby saat dihubungi Metrotvnews.com, Kamis, 12 Oktober 2017.

Partai Golkar akan menyeleksi kader-kader potensial yang memiliki kapasitas elektoral kuat jelang kontestasi pilkada serentak 2018 dan pileg 2019. Hal tersebut, juga diintegrasikan dengan program dari berbagai bidang di dalam struktur partai. Program-program itu, menurut dia, akan dikombinasikan dengan kegiatan masyarakat.

Bobby menambahkan, Golkar telah memiliki konsep pembangunan yang jelas, indikator-indikator pencapaian terukur, dalam bentuk kebijakan politik legislasi dan politik anggaran. Hal itu dinamakan Visi Negara Kesejahteraan (VNK) 2045, atau 100 tahun kemerdekaan RI. Ada beberapa target pertumbuhan ekonomi yang diperlukan untuk mencapai beberapa ukuran kesejahteraan sebuah bangsa.

"Sektor-sektornya, fasenya, dan lain-lain. Ini yang terus menerus disampaikan ke kader partai, baik pusat atau daerah untuk bisa diteruskan kepada masyarakat, dijelaskan, diperdebatkan dan dilaksanakan," tegas dia.

Hal-hal tersebut, lanjut dia, lantaran Partai Golkar adalah partai berbasis sistem. Golkar bukan partai yang mengedepankan tokoh tertentu. Anggota Komisi I DPR RI ini juga menyebut, Golkar juga sudah memiliki basis elektoral. Hal ini terbukti pada 2014 saat suara pemilih naik 4 juta suara.

"Tapi, karena model perhitungan konversi suaranya, malah mengurangi jumlah kursi. Kami tetap fokus pada penyampaian pesan-pesan pembangunan yang dilakukan Golkar dalam VNK 2045 itu, karena jelas indikator target, dan cara bagaimana mencapainya, di mana memerlukan kerja sama elektoral dan sektor yang integratif," pungkas dia.


(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG GOLKAR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-10-2017