Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.400.516.227 (19 JUNI 2018)

Titiek Soeharto Nilai Indonesia Perlu GBHN

Eko Nordiansyah - 11 Maret 2018 15:49 wib
Politikus Golkar Siti Hediati Hariyadi. Foto: Antara/Wira Suryantala.
Politikus Golkar Siti Hediati Hariyadi. Foto: Antara/Wira Suryantala.

Jakarta: Siti Hediati Hariyadi, putri Presiden ke-2 Soeharto, menilai Indonesia perlu memiliki kembali garis-garis besar haluan negara (GBHN). GBHN diyakini membuat tujuan pemerintahan menjadi lebih jelas dan terarah.

"Setelah reformasi ternyata kita butuh GBHN. Kalau tidak ada haluan negara, maka itu melenceng-melenceng," kata Titiek, sapaanya, usai peringatan bulan HM Soeharto, di Panggung Candi Bentar, TMII,  Jakarta Timur, Minggu, 11 Maret 2018.

Menurut dia, siapa pun kepala negara yang memimpin Indonesia harus menyesuaikan diri dengan GBHN yang telah ditetapkan. Dengan begitu, kebijakan yang diambil tidak mudah berganti.

"Kepala negara tidak ada haluannya, kepala negara punya tujuannya sendiri-sendiri. Saya rasa GBHN itu perlu. Jadi siapa pun presidennya harus mengikuti GBHN," jelas politikus Partai Golkar itu.

Baca: Musuh Baru Bangsa Muncul dari Perang Proksi

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri ingin Indonesia kembali memiliki GBHN. Menurut dia, GBHN penting dalam meraih tujuan sejati bangsa

"Perlu kita pikirkan lagi secara mendalam dan cermat tentang pentingnya GBHN sebagai pedoman bagi seluruh penyelenggara negara dan rakyat Indonesia," kata Megawati, Kamis, 8 Maret lalu.

Sebagai negara yang menganut demokrasi Pancasila dan berkonstitusi UUD 1945, sudah seharusnya Indonesia memiliki haluan negara dalam melakukan politik pembangunan. Dia meyakini langkah politik konkret untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui politik pembangunan.


(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG NKRI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 20-06-2018