DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

MA Sarankan Larangan Eks Koruptor Nyaleg Diundangkan

Faisal Abdalla - 15 September 2018 05:05 wib
Ilustrasi. Medcom.id/ M Rizal
Ilustrasi. Medcom.id/ M Rizal

Jakarta: Mahkamah Agung (MA) membatalkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 20 tahun 2018 yang melarang eks napi korupsi nyaleg. MA memandang aturan tersebut bertentangan dengan undang-undang. 

Kepala Biro dan Hubungan Masyarakat MA Abdullah mengatakan aturan dalam PKPU seharusnya tidak boleh melebihi undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. 

"Seharusnya larangan itu dinaikan ke dalam undang-undang. Tidak di PKPU," kata Abdullah ketika dihubungi wartawan, Jumat 14 September 2018.

Pertimbangan MA, kata dia, sifat PKPU hanya melaksanakan aturan berdasarkan UU Pemilu. Kewenangan PKPU tidak boleh melebihi UU sebagai peraturan di atasnya. "Sedangkan UU pemilu kan tidak melarang (eks napi korupsi nyaleg)," ujarnya  

Menurut Abdullah PKPU larangan eks koruptor nyaleg otomatis tak berlaku setelah ada putusan MA. Dia menyarankan larangan eks napi korupsi nyaleg diusulkan kepada Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk dimasukan ke dalam undang-undang agar memiliki ikatan hukum yang lebih kuat. 

Eks koruptor boleh mencalonkan diri sebagai calon legislatif. Kepastian itu didapat usai MA mengabulkan gugatan uji materi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 20 tahun 2018 dan 26 tahun 2018. Butir pasal itu mengatur larangan eks napi korupsi nyaleg.

MA menilai PKPU tidak sesuai dengan UU Pemilu. Kemudian, dua PKPU itu juga dinilai bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 71/PUU-XIV/2016 yang membolehkan mantan narapidana menjadi calon anggota legislatif, sepanjang caleg eks koruptor itu mengumumkan statusnya kepada publik

Gugatan ini terdaftar dengan nomor perkara 45 P/HUM/2018. Pemohon atas nama Wa Ode Nurhayati, dan dan KPU menjadi pihak termohon. Putusan ini diketok oleh tiga Hakim Agung yakni Irfan Fachrudin, Yodi Martono, Supandi. 


(AGA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PEMILU SERENTAK 2019
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 23-09-2018