DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Ketua DPR: Perluas Kerja Sama dengan Kazakhstan

- 13 Maret 2018 19:15 wib
Ketua DPR Bambang Soesatyo (kanan) bersama Ketua Senat Parlemen Kazakhstan HE Kassym Jomart Tokayev (kiri). Foto: DPR
Ketua DPR Bambang Soesatyo (kanan) bersama Ketua Senat Parlemen Kazakhstan HE Kassym Jomart Tokayev (kiri). Foto: DPR

Jakarta: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) berharap kerja sama bilateral antara Indonesia-Kazakhstan tak hanya pada sektor perdagangan. Harus lebih luas.

Keinginan itu disampaikan Bamsoet saat bertemu Ketua Senat Parlemen Kazakhstan HE Mr Kassym Jomart Tokayev dan delegasi anggota Parlemen Kazakhstan di DPR RI, Jakarta, Selasa, 13 Maret 2018.

Beberapa sektor kerja sama yang menurut Bamsoet dapat lebih ditingkatkan antara lain di bidang pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata. Bamsoet juga mengajak Senat Parlemen Kazakhstan bekerja sama di forum internasional seperti Inter Parliamentary Union (IPU) maupun di Uni Parlemen Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (PUIC), terutama dalam upaya memelihara stabilitas keamanan dan perdamaian dunia.

Dalam pertemuan itu, Bamsoet mengundang Senat Parlemen Kazakhstan hadir dalam World Parliamentary Forum On Sustainable Development 2018. Ia menekankan Forum Parlemen Dunia ini diinisiasi dan diselenggarakan di Indonesia.

"DPR telah menginisiasi Forum Parlemen Dunia membahas perkembangan SGDs. Pertama kali diselenggerakan pada 2017 di Nusa Dua, Bali. Kami harap di 2018 Senat Parlemen Kazakhstan bisa berpartisipasi,” kata dia seperti dilansir Antara.

“Bersama kita mencari solusi terbaik mengurangi kemiskinan, kesenjangan dan ketidakadilan, serta menghadapi perubahan iklim dalam kerangka pembangunan berkelanjutan," kata politisi Golkar ini.

Di sektor ekonomi, Bamsoet menyatakan DPR bakal membantu pemerintah Indonesia-Kazakhstan  meningkatkan investasi di masing-masing negara.

"Perdagangan Indonesia-Kazakhstan pada 2017 mencapai USD52,92 juta, meningkat dari 2016 yang hanya USD22,12 juta," katanya.

Baca: Indonesia Minta Dukungan Kazakhstan jadi Anggota Dewan Keamanan PBB

Bamsoet mengemukakan, memasuki 25 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Kazakhstan, hubungan kedua negara terus berjalan dengan baik. Tidak ada masalah politik maupun gangguan lainnya. Kedua negara juga sudah membentuk Komisi Bersama Kerja Sama Ekonomi dan Forum Konsultasi Bilateral.

"Hubungan baik ini merupakan modal penting dalam meningkatkan kerja sama kedua negara. Khusus di bidang perdagangan, saya minta tolong Mr Kassym Jomart Tokayev memberikan kemudahan bagi Indonesia melakukan ekspor beberapa produk unggulan yang sudah masuk ke Kazakhstan, antara lain minyak kelapa (kopra), minyak sayur, produk kecantikan kulit, dan lem," kata dia.

Tawaran Bamsoet disambut baik Kassym Jomart Tokayev. Ia menyatakan Kazakhstan saat ini aktif terlibat dalam program One Belt One Road yang digagas China. Hal ini menurutnya membuat Kazakhstan mempunyai akses kerja sama ke pelabuhan di China.

"Indonesia merupakan key partner dalam mengembangkan hubungan Kazakhstan ke berbagai negara lain di Asia Tenggara. Kami harap akses pelabuhan di China bisa mempermudah akses laju barang Indonesia-Kazakhstan sehingga dapat meningkatkan kerja sama perdagangan kedua negara," kata Kassym.

Pertemuan antara Bamsoet dan Kassym turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, Agus Hermanto, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf, Anggota BKSAP DPR RI Amelia Anggraeni, dan Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono.


(UWA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG INDONESIA-KAZAKHSTAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 24-09-2018