Kebijakan Sekolah 5 Hari Diminta tak Dipolitisasi

Ilham wibowo - 19 Juni 2017 16:46 wib
Ilustrasi. Foto: MTVN/Ilham Wibowo
Ilustrasi. Foto: MTVN/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengurus Pusat (PP) Muhamadiyah mencium aroma politisasi terkait penolakan penerapan kebijakan sekolah lima hari. Hadirnya penolakan cenderung dilakukan secara apriori.
 
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan, kebijakan ini seharusya dilihat dan dipahami. Masyarakat, kata dia, harus melihat penerapan kebijakan yang telah berhasil dilakukan di 6.000 sekolah unggulan.
 
"Jangan dipolitisasi, karena saya melihat ada kelopok tertentu yang mempolitisasi persoalan ini," kata Abdul kepada Metrotvnews.com, Senin 19 Juni 2017.
 
Ia menjelaskan, kebijakan itu sesuai undang-undang pendidikan nasional yang di dalamnya menyebut penguatan karakter bangsa. Selain itu, kebijakan yang digodok Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi ini berdasarkan pada program nawacita Presiden Joko Widodo.
 
"Kebijakan bagian dari pelaksanaan nawacita dan program Jokowi tentang penguatan pendidikan karakter tingkat dasar tingkat menengah," ujarnya.
 
Menurutnya, kebijakan sekolah lima hari merupakan strategi yang akan dikoordinasikan dengan pihak terkait. Pelaksananya dilakukan bertahap, sehingga sekolah yang belum mampu bisa mencontoh sekolah lain.
 
"Lima hari sekolah itu peraturan presiden (PP) tentang hari kerja aparatur negara. PP menyebutkan, hari kerja aparatur negara lima hari maka sesungguhnya itu sudah sejalan dengan peraturan," ujarnya.
 
Abdul menyampaikan, pihaknya tetap mendukung penerapan kebijakan ini. Muhadjir dinilai telah tepat menggulirkan kebijakan yang dilandasi undang-undnag pembangunan nasional, kaitannya dengan pembentukan karakter bangsa dan jam kerja guru.
 
"Terbukti sekolah melaksanakan lima hari itu secara prestasi dan kepribadian lebih baik daripada sekolah yang enam hari," katanya.
 


(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENDIDIKAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 17-08-2017