DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

PBNU Tegaskan Kunjungan Gus Yahya Atas Nama Pribadi

Whisnu Mardiansyah - 19 Juni 2018 12:11 wib
Yahya Cholil Staquf  saat berbicara di Forum Global American Jewish Committee  (AJC) - Metro TV.
Yahya Cholil Staquf saat berbicara di Forum Global American Jewish Committee (AJC) - Metro TV.

Jakarta: Ketua Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas menegaskan kunjungan Yahya Cholil Staquf ke Israel atas undangan pribadi. Kehadiran Gus Yahya dalam acara komunitas Yahudi itu tak ada sangkut pautnya dengan PBNU. 

"Kehadiran Gus Yahya Staquf adalah selaku pribadi, bukan dalam kapasitas sebagai Katib Aam PBNU, apalagi mewakili PBNU," kata Robikin saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 19 Juni 2018. 

Robikin meluruskan tudingan-tudingan yang dialamatkan kepada PBNU. Ia mengatakan jika ormas Islam terbesar di tanah air ini sama sekali tak memiliki hubungan dan kerja sama dengan organisasi atau lembaga yang berbasis di Israel. Apalagi, dengan Pemerintah Israel itu sendiri. 

"Tidak ada kerja sama NU dengan Israel. Sekali lagi ditegaskan, tidak ada jalinan kerja sama program maupun kelembagaan antara NU dengan Israel," tegas Robikin. 

(Baca juga: Kunjungan Gus Yahya ke Israel Bukan Tugas Negara)

Diketahui, Khatib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf datang ke Israel untuk menghadiri seminar yang digelar oleh komunitas Yahudi. Yahya hadir menjadi pembicara dalam diskusi yang moderatornya Direktur Forum Global American Jewish Committee  (AJC) Rabi David Rosen. Acara itu dihadiri 2.400 orang.

Kunjungan Gus Yahya ke Yerusalem menuai kecaman dari kalangan pembela Palestina. Meski tidak mewakili sebagai anggota Wantimpres juga pengurus NU, lawatan Yahya itu disayangkan banyak pihak.

Kecaman muncul karena lawatan itu berlangsung saat Israel melibas demonstran Palestina di Jalur Gaza. Lebih dari 120 demonstran Palestina tewas dan 3.700 lainnya luka-luka.





(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ISRAEL PALESTINA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 25-09-2018