DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Mahfud Mulai Berkomunikasi dengan Parpol Pendukung Jokowi

Ilham wibowo - 14 Maret 2018 15:55 wib
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD - Medcom.id/Ilham Wibowo.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD - Medcom.id/Ilham Wibowo.

Jakarta: Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengaku telah berkomunikasi dengan sejumlah partai politik pendukung Joko Widodo di Pemilu 2019. Nama Mahfud disebut-sebut masuk dalam daftar calon wakil presiden kalangan profesional. 

"Komunikasi informal tentu saja, formalnya mereka (partai politik) nanti harus kongres atau apa kan gitu," kata Mahfud di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 13 Maret 2018. 

Mahfud mengklaim tak berhasrat menjadi cawapres dengan memanfaatkan momentum untuk pencitraan. Ia hanya akan mengikuti proses politik.

"Kalau informal itu artinya sambil bicara sperti saling lempar bola, tetapi saya selalu katakan saya pada posisi pasif ya, tak aktif juga," ujar dia. 

(Baca juga: Mahfud tak 'Ingin' Masuk Bursa Cawapres)

Ia meyakini, seluruh nama yang masuk dalam daftar bakal cawapres pendamping Jokowi sosok terbaik. Masuknya kalangan profesional dianggap sebagai perkembangan demokrasi di Tanah Air. 

"Bagi saya silakan lah, kan banyak calonnya bukan hanya satu atau dua, silakan nanti diolah sebaik mungkin kalau perlu dilihat dari sumber-sumber lain dipertimbangkan, pada akhrinya nanti bersama calon yang bersangkutan," ucap Mahfud. 

Dia menghormati kesepakatan partai koalisi pendukung Jokowi, jika namanya tak dipilih. Yang paling penting, kata dia, tak ada polemik dalam pemilihan pendamping. 

"Tentu yang menentukan (Jokowi) bersama koalisinya.  Ada yang lain lagi, nanti biar dicari lagi, demokrasi sehat kalau gitu, enggak perlu tegang-tegang," tukas dia. 





(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILPRES 2019
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 17-12-2018