Full Day School Permudah Guru Capai Target Mengajar

Antara - 19 Juni 2017 14:14 wib
Ilustrasi--Antara/Irwansyah Putra
Ilustrasi--Antara/Irwansyah Putra

Metrotvnews.com, Jakarta: Waktu belajar delapan jam dalam satu hari bisa memudahkan guru dalam memenuhi kewajiban jam mengajar. Berdasarkan PP 19/2017 disebutkan jam mengajar guru 40 jam kerja dalam seminggu.

"Guru tidak perlu mencari tambahan mengajar ke sekolah lain untuk memenuhi kewajiban jam mengajar," kata Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud Sumarna Surapranata, di Jakarta, Senin 19 Juni 2017.

Baca: Full Day School bukan `Barang` Baru di Jakarta

Pemberlakuan 40 jam kerja dalam satu minggu berlaku mulai tahun ajaran baru 2017/2018. Selama 40 jam itu guru tak melulu harus di depan kelas. Guru bisa merencanakan pembelajaran, melaksanakan/tatap muka pembelajaran, menilai, membimbing, dan melaksanakan tugas tambahan atau 5M.

Pelaksanaan 5M terbagi menjadi tiga kategori, yakni intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. "Kekurangan jam bisa dilakukan dengan mengajar pendidikan karakter atau kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler," kata Sumarna.

Baca: Mendikbud Perbolehkan Penarikan Biaya

Kemdikbud kini sedang menyusun petunjuk teknis PP Nomor 19 Tahun 2017 tentang Revisi Beban Kerja Guru. Dalam Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang pemenuhan beban kerja guru, kepala sekolah/madrasah, dan pengawas sekolah/madrasah dijelaskan selama 40 jam kerja per minggu.

Pemenuhan jam kerja akan dibahas antara kepala sekolah dengan dinas pendidikan setiap daerah. Selain itu, kegiatan seperti menjadi pembina pramuka, PMR, guru piket, pembina OSIS dan lain-lainnya. "Kebijakan ini, memudahkan guru dan membuat guru lebih konsentrasi mengajar,"cetus dia.

Dia optimistis, kebijakan itu bisa mengatasi persoalan guru yang belum tersertifikasi. Jumlah guru yang sudah tersertifikasi sebanyak 1.429.993 guru dan sebanyak 69.931 atau 2,5 persen belum terbit SK sertifikasi.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENDIDIKAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 14-12-2017