Pemerintahan Jokowi-JK Disebut tak Alergi Kritik

Achmad Zulfikar Fazli - 13 Februari 2018 19:58 wib
Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla--Antara/Agung Rajasa
Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla--Antara/Agung Rajasa

Jakarta: Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono menyebut pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla tidak alergi terhadap kritik maupun masukan dari berbagai kalangan. Kritik justru membuka mata pemerintah untuk bisa mempercepat realisasi pada beberapa program.

Menurut Diaz, adanya forum diskusi dan kunjungan langsung ke pelosok-pelosok yang dilakukan oleh pemerintah, bukan untuk pencintraan terselubung. Tapi, hal itu untuk mendengar, menganalisa dan juga merespons jeritan hati rakyatnya.

Apalagi, kata Diaz, masyarakat juga harus tahu keberhasilan pemerintah secara transparansi, khususnya di kaum muda yang akan menjadi pilar penerus bangsa. Pemahaman cinta Tanah Air dan semangat membangun negeri akan terus dijaga dan tidak mudah terserang virus radikalisme memecah belah bangsa.

"Rakyat dan pemuda harus tetap mengawasi dan mengontrol pemerintah setiap saat. Tetapi mereka juga harus mengetahui kinerja nyata yang sudah dijalankan oleh pemerintah saat ini. Sebagai contoh Presiden Jokowi senantiasa mengunjungi daerah-daerah terpencil dan terluar," kata Diaz dalam diskusi mengenai kinerja “Pemerintahan Jokowi-JK di mata Pemuda” di Aula Gedung III, Komplek Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa, 13 Februari 2018.

Menurut dia, pemerintah juga selalu melibatkan rakyat dalam melihat apa yang sudah dan belum dirasakan oleh masyrakat di setiap daerah. Misalnya, kata dia, dalam pembangunan infrastruktur seperti pengaliran listrik, membangun bandara di pulau-pulau terluar, membuat jalan tol secara merata dari Sumatra, Jawa, hingga Papua. 

"Presiden juga berhasil mendorong Kementerian ATR/BPN meningkatkan sertifikat tanah yang dikeluarkan tiap tahunnya dari 400 ribu per tahun (membutuhkan 160 tahun untuk selesai) menjadi 5,2 juta tahun lalu. Kepemilikan sertifikat akan memudahkan masyarakat mendapatkan modal usaha sehingga menggerakkan perekonomian rakyat,” ujar penggagas acara #DengarYangMuda itu.

Acara yang juga rangkaian dari #DengarYangMuda itu dihadiri belasan komunitas dan 200 pemuda. Antara lain dari Relawan Muda Jakarta (Remaja), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Komunitas Banteng Muda (KBM), Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI), GM-FKPPI, GM-Kosgoro, Ikatan Pemuda Alumni Lemhanas, Demi Anak Generasi (DAG), Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI), KNPI, Partai Nasdem, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), dan Hanura.



Ketua Bidang UKM, Koperasi, dan Start Up HIPMI Yuke Yurike mengapresiasi pemerintahan Jokowi-JK yang dinilai sangat pro terhadap pengusaha muda dan UMKM. Namun, ia memberikan masukan untuk memperhatikan usaha mikro yang belum cukup berkembang. 

Searah dengan harapan Presiden, lanjut dia, HIPMI siap bekerja sama dengan pemerintah untuk menciptakan pengusaha baru di kalangan generasi muda yang handal.

Berbagai komunitas yang hadir, turut memberikan masukan positif dari berbagai aspek seperti masalah ekonomi, sosial budaya, iptek, pertahanan, keamanan, dan terkait hal-hal kepemudaan di era “ZamanNow” yang kekinian. Mereka juga sepakat berkomitmen mendukung pemerintahan Jokowi-JK.

"Pencapaian kinerja Presiden dan para pembantunya sejauh ini telah cukup memuaskan perhatian generasi muda Indonesia. Dan kinerja nyata itu sangat membantu anak muda kita untuk tidak mudah terintimidasi dengan gerakan radikalisme atau menelan berita hoax yang sengaja menjatuhkan pemerintah, seperti anti-Islam tidak sejalan dengan fakta akan latar belakang Presiden yang dekat dengan kelompok Islam," kata Lexyndo Hakim, dari Komunitas Banteng Muda (KBM).

Diaz Hendropriyono pun menegaskan, acara #DengarYangMuda ini akan terus disosialisasikan di berbagai daerah untuk terus mendengar suara pemuda. Sebab, mereka merupakan penerus kejayaan Indonesia di era milenial saat ini.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG JOKOWI-JK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 22-05-2018