Anggota DPR Minta BUMN Dukung Program Provinsi

Anggi Tondi Martaon - 11 Agustus 2017 11:54 wib
Anggota Komisi VI DPR kunjungan kerja ke kantor gubernur Sulawesi Utara. Foto: dok DPR
Anggota Komisi VI DPR kunjungan kerja ke kantor gubernur Sulawesi Utara. Foto: dok DPR

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di daerah diharapkan mendukung program pemerintah provinsi. Banyak persoalan menghambat kemajuan daerah diduga karena BUMN dan pemerintah daerah kurang bersinergi.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso menanggapi keluhan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey saat anggota Komisi VI DPR kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Utara.

Olly mengatakan, pemerintah pusat memberi target kepada Pemerintah Sulawesi Utara untuk mendatangkan 10 ribu wisatawan mancanegara. Namun, berbagai kendala dianggap dapat menghambat capaian target tersebut, di antaranya sistem imigrasi belum sesuai standar.

"Ada penerbangan datang jam 6 pagi, tetapi petugas baru datang jam 8, sehingga turis internasional harus menunggu dua jam. Dari awal, pelayanan ini sudah tidak memenuhi," ungkap Olly.
 
Selain itu, Olly mengeluhkan masih sering terjadi pemadaman listrik di wilayah Sulawesi Utara. "Bagaimana kita mau dorong UMKM, kalau listrik masih sering mati? Memang kita mendapatkan surplus 45 megawatt listrik, tapi tetap masih terdapat kekurangan listrik di beberapa tempat," ujar Olly.

Anggota Komisi VI mengadakan pertemuan dengan Olly dan jajaran Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM di kantor gubernur.
 
Bowo Sidik mengatakan, DPR mendukung program Pemerintah Sulawesi Utara, khususnya di bidang pariwisata. Untuk mencapai target itu, menurut dia, fasilitas airport harus betul-betul mendukung.

"Karena itu kami akan minta BUMN Angkasa Pura I merealisasikan kebutuhan-kebutuhan  berkaitan  dengan rencana tersebut," tegas Bowo dalam keterangan tertulis, Jumat 11 Aguatus 2017.

Sedangkan anggota Komisi VI Vanda Sarundajang langsung menyampaikan keluhan Olly saat pertemuan dengan BUMN Sulawesi Utara yang dihadiri PLN, Pertamina, dan Bulog. Soal pasokan listrik, menurut dia, selama ini tidak terungkap kendalanya ada di mana.

"Perlu solusi nyata, karena setiap kami datang ke masyarakat selalu ujung-ujungnya permasalahan tentang PLN," ujar Vanda, anggota Fraksi PDI Perjuangan.
 
Pemerintah pusat telah mengirimkan kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) Karadeniz Powership Zeynep Sultan berkapasitas 120 mega watt (MW) untuk mendukung listrik di Sulut dan Gorontalo. Ternyata pemadaman listrik masih saja terjadi.
 
"Mohon perhatian PLN, jangan selalu menyalahkan faktor luar seperti pohon tumbang, angin ribut, dan sebagainya dalam masalah ini. Kalau perlu semua duduk bersama untuk menemukan permasalahan dan apa yang sebenarnya dibutuhkan," pungkas Vanda.


(TRK)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BERITA DPR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 13-12-2017