Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.387.516.226 (18 JUNI 2018)

KPU: Pelarangan Eks Koruptor Nyaleg Sudah Final

Siti Yona Hukmana - 13 Juni 2018 09:21 wib
Komisioner KPU Viryan Aziz/ANT/Reno Esnir
Komisioner KPU Viryan Aziz/ANT/Reno Esnir

Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) bergeming soal polemik pelarangan eks narapidana korupsi nyaleg pada Pemilu Serentak 2019. Penolakan pemerintah maupun DPR tak akan menggoyahkan sikap penyelenggara pemilu.

"Sikap untuk larangan mantan napi korupsi nyaleg itu sudah final," tegas Komisioner KPU Viryan Aziz kepada Medcom.id,  Rabu, 13 Juni 2018.

Baca: KPU Minta PKPU Tidak Lagi Diperdebatkan

Viryan menganggap pengembalian draf Peraturan KPU (PKPU) Pencalonan Anggota DPR,DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) melampaui kewenangan. Langkah Kemenkumham konsisten 'melawan'.

"Kami menolak," ujar dia.

Baca: Warga Dipersilakan Gugat PKPU

KPU menuding Kemenkumham melampaui kewenangan belandasrkan UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Berdasarkan aturan tersebut,  hanya Mahkamah Konstitusi berhak menilai konten draf PKPU.

"Kemenkumham sudah mengambil porsi MK, melakukan abuse of power sehingga melampaui kewenangan. Jelas pada Pasal 9 ayat 2 UU Nomor 12 Tahun 2011 itu menyatakan dari segi regulasi, konten dalam aturan harus diuji oleh MK. Bukan ranah Kemenkumham melakukan itu," jelas Viryan.

Baca: PKPU Harus Disahkan Jika Ingin Diuji Materi

Viryan bahkan menyebut baru kali ini draf PKPU ditolak Kemenkumham dalam sejarah perundangan PKPU. Padahal, permintaan KPU mendorong pengundangan draf PKPU pencalonan caleg demi menjaga konsistensi Kemenkumham.

"Justru mengembalikan draf PKPU membuat mereka tidak konsisten," sesal Viryan.


(OJE)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILPRES 2019
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 18-06-2018