DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 47.877.961.729 (23 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Hidayat Nur Wahid: Jangan Paksakan Jokowi vs Prabowo

Whisnu Mardiansyah - 16 April 2018 16:11 wib
Presiden Jokowi (kiri) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Foto: Antara/Widodo S Jusuf
Presiden Jokowi (kiri) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Foto: Antara/Widodo S Jusuf

Jakarta: Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mengatakan partainya masih membuka ruang dengan Partai Gerindra untuk sosok calon presiden (capres) selain Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Menurutnya, tak menutup kemungkinan kedua partai ini mengusung calon lain.
 
"Ya, selama belum didaftarkan, peluang (calon lain) itu masih tetap ada. Pengalaman selama ini begitu," kata Hidayat di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 16 April 2018.
 
Kata Hidayat, pengusungan Prabowo bergantung dari kesepakatan partai koalisi. Selama ini baru PKS dan Gerindra yang menyatakan dukungan. 
 
"Pak Prabowo menyatakan menunggu mandat. Artinya, semuanya masih mungkin terjadi ke depan," kata Hidayat. 
 
Hidayat menyadari peluang Prabowo tak maju di Pilpres 2019 masih terbuka lebar. Apalagi secara definitif Prabowo belum menyatakan maju sebagai capres. 
 
"Dia mengatakan ‘kalau diberikan mandat, saya siap.’ Beliau belum mengatakan siap sebagai calon presiden," ujarnya.

Baca: PKS akan Diskusikan Peluang Gatot dengan Gerindra
 
Hidayat memprediksi masih ada calon lain di luar dua kuda pacu Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Hidayat meminta tak memaksakan Joko Widodo kembali bertarung dengan Prabowo.
 
"Jadi wartawan jangan terlalu memaksakan untuk Pak Prabowo atau Pak Jokowi. Siapa tahu (ada) yang lain. Intinya, sebelum kemudian pendaftaran ditutup dan sebelum didaftarkan, semua (calon) masih mungkin terjadi," kata dia.




(UWA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILPRES 2019
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 23-10-2018