DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 40.273.617.416 (15 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Sandiaga Uno Disebut Produk 'Kecelakaan Politik'

- 10 Agustus 2018 09:52 wib
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kanan) bergandengan tangan usai memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta. (Foto: MI/Pius Erlangga)
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kanan) bergandengan tangan usai memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta. (Foto: MI/Pius Erlangga)

Jakarta: Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menilai penunjukan Sandiaga Uno sebagai calon pendamping Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 adalah kejutan besar. Betapa tidak, nama Wakil Gubernur DKI Jakarta itu hampir tidak pernah masuk dalam pembahasan calon wakil presiden.

"Kita selalu bicara AHY (Agus Harimurti Yudhoyono), Salim Segaf Al Jufri, bahkan Zulkifli Hasan dan ustaz Abdul Somad, atau Anies Basweda. Ini kejutan besar, belum ada dalam sejarah kita capres cawapres dari partai yang sama," ujarnya dalam Metro Pagi Primetime, Jumat, 10 Agustus 2018.

Penunjukan Sandiaga Uno yang hampir tak pernah diprediksi lembaga survei mana pun membuat Qodari berkesimpulan bahwa Sandi adalah produk kecelakaan politik. Sandi dipilih saat Partai Gerindra dengan parpol koalisinya mengalami kebuntuan politik.

"Kalau AHY, PKS menolak. Cawapres PKS, SBY menolak. Akhirnya ambil jalan tengah orang dari luar yang punya popularitas," kata dia.

Belajar dari Pilkada DKI Jakarta ketika Sandi rela menggelontorkan Rp100 miliar demi menyukseskan pencalonannya, hari ini pun demikian. Sandi memiliki dana yang cukup untuk membiayai pencawapresannya dengan Prabowo. 

Kekayaan Sandi yang mencapai Rp4 triliun dianggap sebagai peluang bagi Prabowo untuk tak lagi memikirkan urusan logistik. 

"Sandi juga bersedia mundur dari jabatannya sebagai wagub DKI Jakarta dan wakil ketua pembina Partai Gerindra. Tentu ini dianggap sebagai nilai tambah bagi kubu oposisi," ungkapnya.




(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILPRES 2019
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 16-10-2018