DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Rommy: Jokowi Butuh Figur Agamais

Misbahol Munir - 13 Maret 2018 17:04 wib
 Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy menyampaikan pidato politik pada Penutupan Mukernas I PPP di Jakarta, Rabu (5/10/2017). Foto: Antara/Widodo S. Jusuf
Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy menyampaikan pidato politik pada Penutupan Mukernas I PPP di Jakarta, Rabu (5/10/2017). Foto: Antara/Widodo S. Jusuf

Jakarta: Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengajukan lima syarat calon wakil presiden pendamping Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Soal cawapres, pandangan PPP didasarkan pada analisis kebutuhan Pak Jokowi," ujar Ketua Umum PPP M Romahurmuziy seperti dilansir Antara, Selasa, 13 Maret 2018.

Menurut Rommy, sapaan akrab Romahurmuziy, Jokowi butuh figur yang mampu mengawal narasi besar NKRI yang dibangun atas nasionalisme dan agama, di mana hubungan agama dan kekuasaan berjalan seiring dan seimbang.

"Sejak Bung Karno-Bung Hatta, kepemimpinan nasional selalu merefleksikan dua narasi besar ini. Di era reformasi ada Gus Dur-Mega, Mega-Hamzah, SBY-JK, dan Jokowi-JK. Itu menunjukkan bahwa dwi tunggal narasi ini tak terpisahkan," katanya.

Syarat kedua, kata Rommy, Jokowi butuh figur agamais yang mampu mengurangi ujaran kebencian bernuansa SARA karena lawan-lawan politiknya masih selalu melabeli Jokowi dengan merek "anti-Islam, prokomunis, dan pro-RRC".

"Figur se-agamais apa pun memang tidak akan serta-merta menghilangkan ujaran kebencian, tapi setidaknya akan mengurangi. Syaratnya figur pendamping tersebut memang memiliki nuansa agamais yang asli dan kuat. Jangan figur nonagamais yang diagamaiskan," katanya.

Jokowi perlu figur yang memahami kaum milenial. Mengingat 39 persen pemilih pada 2019 berusia di bawah 40 tahun, maka cawapres dari kalangan muda menjadi sangat diperlukan.

"Karena mereka memiliki selera, 'gimmick', dan gaya komunikasi yang berbeda dengan generasi 'baby boomers'," kata Rommy .

Berikutnya, lanjut dia, Jokowi perlu figur yang memiliki pengalaman dan kompetensi intelektual menghadapi disrupsi ekonomi, transformasi digital, dan persaingan di era Revolusi Industri 4.0.

"Figur populis belaka, nirkapasitas, akan menjadi persoalan jika nantinya terpilih. Pengalaman intelektual mengelola jabatan publik baik di eksekutif atau legislatif menjadi perlu," katanya.

Syarat kelima, Jokowi perlu figur yang dapat memberi sumbangan elektabilitas  meskipun tidak mutlak mengingat elektabilitas Jokowi yang sudah cukup tinggi serta mesin partai-partai pengusung yang cukup banyak meniscayakan pergerakan lapangan lebih leluasa.

Di atas segala kebutuhan tersebut, kata Rommy,  yang terpenting adalah Jokowi mesti diwakili orang yang membuat  dia merasa nyaman dan bisa mengikuti irama kerjanya.

"Nah, yang terakhir ini sudah soal nasib karena bisa diterima atau tidak adalah soal hati. Betapapun ia memenuhi kriteria, kalau Pak Jokowi nggak sehati, bagaimana bisa mendampingi? Maka saya sebut, dalam pandangan PPP ada lima syarat dan satu hati," kata Rommy.


(MBM)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILPRES 2019
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 16-12-2018