Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp 5.963.078.120 (13 AGUSTUS 2018)

Wapres Yakin Penyerangan Gereja tak Berunsur Politik

Desi Angriani - 13 Februari 2018 17:25 wib
Wapres Jusuf Kalla/Medcom.id/Desi Angriani
Wapres Jusuf Kalla/Medcom.id/Desi Angriani

Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut tidak ada unsur politik di balik penyerangan jemaat Gereja St Lidwina di Gamping, Sleman, Yogyakarta. Penyerangan kemungkinan dilakukan seseorang yang memiliki keterbelakangan mental.

"Saya kira enggak, siapa yang mau berpolitik dengan perpecahan? Ya ini kelihatannya lebih ke orang yang sakit, mau ngamuk gitu,"  ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Februari 2018.

Baca: Kronologis Penyerangan di Gereja St Lidwina Sleman

Bekas ketua umum Partai Golkar itu memandang isu agama tak baik dipolitisasi untuk kepentingan pihak tertentu. Isu suku, agama, dan ras, dan antargolongan (SARA) berpotensi besar menimbulkan perpecahan antarumat berbangsa dan bernegara.

"Karena pasti menimbulkan bahaya. Di Indonesia tidak sampai besar kecuali kemarin di Poso, setelah itu reda," tegas dia.

Eks Menko Kesra era Presiden Megawati Soekarnoputri itu meminta pemuka agama lebih berhati-hati dan tidak terpancing berbagai isu. Peristiwa demi peristiwa yang terjadi belakangan sebaiknya diproses hukum oleh aparat kepolisian.

"Biar polisi meneliti, menyelediki. Semua harus lebih berhati-hati, pemuka agama harus lebih adem," ucap Menteri Perdagangan era Presiden Abdurrahman Wahid itu.

Baca: Polisi Telusuri Jaringan Penyerang Gereja St Lidwina

Suliono menyerang Gereja Santo Lidwina Bedog Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Minggu , 11 Februari, pagi. Ia beraksi menggunakan pedang.

Satu Romo dan tiga lainnya terluka akibat sabetan pedang Suliono yang tercatat sebagai warga Banyuwangi, Jawa Timur. Korban luka dibawa ke Rumah Sakit Panti Rapih. Korban harus menjalani operasi akibat luka di sejumlah anggota tubuh.


(OJE)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENYERANGAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 15-08-2018